Selasa, 03 Juli 2018

Tuntut Penghapusan Kriminalisasi Pers, Ribuan Wartawan Tanah Air Akan Geruduk Dewan Pers

Baca Juga


Kota JAKARTA - (harianbuana.com).
Ribuan Wartawan dari berbagai pelosok Tanah Air, Rabu (04/07/2018) besok akan menggelar aksi damai solidaritas jurnalist sebagai bentuk penolakan atas pemasungan kemerdekaan pers oleh lembaga Dewan Pers dan Kepolisian Republik Indonesia, dengan tema 'Tolak Kriminalisasi Jurnalis Indonesia'.

Sebagaimana dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke kepada PpwiNews.com, bahwa aksi tersebut digelar salah-satunya merupakan bentuk solidaritas tewas..nya Muhammad Yusuf wartawan Sinar Pagi Baru di Lapas kelas IIB Kotabaru Prov. Kalsel.

"Salah satunya, aksi ini digelar atas tewasnya 'Wartawan Sinar Pagi Baru' atas nama Muhammad Yusuf di  Lapas Kelas 11B Kotabaru, Kalimantan Selatan,  padu 10 Juni 2018 lalu", kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke kepada PpwiNews.com, Selasa (03/07/2018).

Wilson mengatakan aksi damai Solidaritas Jurnalis yang akan digelar esok hari diikuti ribuan wartawan yang tergabung dari puluhan Organisasi Pers di Tanah Air. Dimana, aksi damai solidaritas Jurnalist ini akan berlangsung di dua tempat.

"Aksi Solidaritas Jurnalis ini berlangsung didua tempat yaitu mulai pukul 08.00 -10.00 WIB aksi digelar di Gedung Dewan Pers Lantai II. kebun Sirih No. 32-34 Jakpus, yang kemudian pada Pukul 10.00 - 14.00 WIB aksi kembali dilanjutkan di PN Jakarta Pusat Jl Blugur Raya, Gunung Sahari, Jakpus pengadilan Negeri Jakarta Pusat", terang Wilson.

Dalam Aksi damai solidaritas jurnalis, para peserta aksi mengelar aksinya dengan menutup mulut (dilakbhan) dan pembacaan tuntutan oleh perwakilan ribuan wartawan serta tabur bunga sebagai tanda duka-cita atas kematian wartawan Sinar Pagi Baru atas nama Muhammad Yusuf.

"Dalam aksi ini para peserta ikut dikoordinir oleh Feri Rusiono selaku koordinator lapangan. Para peserta juga ikut membawa alat peraga seperti Keranda Mayat, Papan Bunga, Spanduk, Bendera Merah Putih dan Bendera organisasi serta alat pengeras suara," demikian terang Wilson. *(JML/Red)*