Senin, 03 Juni 2024

Bupati Ikfina Perintahkan Semua Posyandu Aktif Pantau Kesehatan Untuk Segala Usia


Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat meninjau pelaksanaan monitoring kesehatan di gedung Posyandu 'Melati' Desa Kenanten, Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, Senin (03/06/2024).


Kab. MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto perintahkan semua Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang menyebar di 304 Desa se Kabupaten Mojokerto mulai hari ini gencar melakukan monitoring/ pemantauan kesehatan pada segala usia, mulai dari ibu hamil, Balita, remaja hingga usia lanjut (Lansia). Perintah tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat meninjau langsung pemanfaatan gedung Posyandu 'Melati' Desa Kenanten, Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, Senin (03/06/2024).

"Pemantauan atau monitoring ini sangat diperlukan, karena kalau balita dan ibu hamil sehat, remajanya sehat dan pintar, Lansianya juga mandiri dan sehat semuanya. Bisa dibayangkan nanti betapa bahagia dan sejahteranya kita dalam menjalani hidup ini", ujar Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Senin (03/06/2024), di lokasi.

Bupati yang juga berprofesi sebagai dokter ini juga menjelaskan secara rinci tentang pentingnya monitoring kesehatan. Yang pertama, ia membahas tentang monitoring/ pemantauan terhadap ibu hamil dan Balita yang menurutnya akan berimbas pada kualitas SDM di masa mendatang.

"Untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan memiliki daya saing, bibit-bibit (generasi penerus) sejak dari ibu hamil harus dimonitoring. Di sinilah peran Posyandu, karena selain menyediakan pendidikan yang baik, perkembangan otak dan tubuh juga sangat penting", jelasnya.

Bupati Ikfina berharap, selain untuk memantau kesehatan Balita dan ibu hamil, Posyandu juga dimanfaatkan untuk memantau kesehatan para remaja dan Lansia. Pemantauan kesehatan remaja yang dimaksud ialah meliputi kesehatan remaja putri.

Melalui Posyandu, remaja putri tidak mengalami kurang darah atau anemia, karena bisa berdampak pada kehamilan di masa depan. Bupati Ikfina pun berharap, dengan Posyandu Lansia bisa menjadikan para Lansia, khususnya di desa Kenanten menjadi mandiri dan sehat.

"Saya harap, nanti Posyandu Lansia dan Posyandu remajanya juga jalan. Untuk yang remaja, khususnya remaja putri, tolong pastikan tidak ada yang kurang darah, tolong juga di cek kesehatan reproduksinya. Sedangkan untuk Posyandu Lansianya, kalau jalan (aktif) Lansianya nanti sehat dan produktif, nantinya tidak akan ada keluhan-keluhan kesehatan yang dialami oleh Lansia", tutur Bupati Ikfina.

Bupati Perempuan pertama di Bumi Mojopahit tersebut juga berpesan agar ke depannya, gedung Posyandu tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk dalam penyelenggaraan giat Posyandu untuk ketiga kalangan seperti yang disebutkan sebelumnya.

"Tolong dimanfaatkan dan dijalankan gedung Posyandunya. Tidak harus bersama-sama, bisa bergilir, kapan waktunya Posyandu Balitanya, Posyandu Lansianya dan Posyandu remajanya. Bisa juga digerakkan para pemuda sebagai kader-kader kesehatan", tandas Bupati Ikfina.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat menjelaskan, gedung Posyandu Melati Desa Kenanten Kecamatan Puri ini dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 92 juta. Di Desa Kenanten Kecamatan Puri, pembangunan Posyandu Melati ini merupakan yang kedua di desa tersebut. *(get/DI/HB)*


Sabtu, 11 Mei 2024

Biasakan Anak Tidak Takut Berobat Medis, Bupati Mojokerto Gelar Santika

Bupati Mojokerto Fahmawati dan Kadinkes Pemkab Mojokerto dr. Ulum senam bareng siswa/ siswi TK di halaman di Puskesmas Kupang, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto,  Sabtu (11/05/2024).


Kab. MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dr. Ulum menggelar program Santika (Sabtu Sehat Bersama Anak TK)  di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kupang, Kecamatan Jetis. Program yang digagas oleh Dinkes Pemkab Mojokerto tersebut untuk membiasakan anak usia dini supaya tidak takut menjalani pengobatan medis di Puskesmas maupun rumah sakit.

"Tujuan menggelar program Santika di Puskesmas ini,  yaitu untuk mengenalkan kepada anak-anak semuanya pada pelayanan dan seluruh Nakes yang melayani di Puskesmas, khususnya hari ini di Puskesmas Kupang, supaya anak-anak kita tidak takut Nakes ketika diperiksa (berobat)", kata Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di sela melakukan kegiatan di Puskesmas Kupang, Sabtu (11/05/2024).

Pantauan di lokasi, sedikitnya ada 67 siswa/ siswi dari TK Darul Ulum Desa Ngabar Kecamatan Jetis yang mengikuti program Santika ini. Kegiatan di awali dengan senam sehat itu, diharapkan anak usia dini dapat mengetahui apa saja yang ada didalam Puskesmas serta menghilangkan rasa takut pada anak-anak usia dini untuk pergi berobat.

Usai melakukan senam sehat, Bupati Ikfina mengajak para siswa berkeliling area Puskesmas untuk memperkenalkan jajaran profesi tenaga kesehatan (Nakes) seperti dokter, perawat, bidan, ahli gizi, laboratorium hingga jenis-jenis obat yang tersedia juga turut dikenalkan.

"Di Puskesmas kupang, ada 3 dokter umum dan 1 dokter gigi. Biasanya ada 2 dokter saja. Selain dokter, ada juga perawat dan bidan", jelas Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, bahwa program Santika merupakan bagian dari Gerakan Memasyarakatkan Hidup Sehat (Germas), sehingga Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat.

"Acara ini menjadi bagian dari Gerakan Memasyarakatkan Hidup Sehat (Germas). Jadi, ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam memasyarakatkan hidup sehat yaitu melakukan aktivitas fisik, mengkonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban", tandasnya.

Selain Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Kepala Dinkes Pemkab Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfy Ariyono, jajaran Forkopimca Jetis, Kepala UPTD Puskesmas Kupang, Bunda Paud Desa wilayah Kupang, Ketua IGTKI Jetis, Ketua Himpaudi Kecamatan Jetis serta Guru dan Wali Murid.*(get/DI/HB)*

Senin, 08 April 2024

Pemkot Mojokerto Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Beroperasi Saat Libur Lebaran


Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro Kepala Diskominfo Pemkot Mojokerto Santi Ratnaning Tias, Assisten Sekda Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono dan Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto dr. Farida saat mengunjungi Puskesmas Wates
.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan, pelayanan kesehatan di Kota Mojokerto tetap beroperasi meskipun libur cuti bersama Idul Fitri 1445 Hijriyah/ 2024 Masehi.  Hal ini, disampaikan Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro di tengah kunjungannya kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Kota Mojokerto jelang lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah/ 2024 Masehi.

Terkait itu, dengan didampingi Kepala Diskominfo Pemkot Mojokerto Santi Ratnaning Tias dan Kepala Dinkes PPKB Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dr. Farida Mariana dan Assisten Sekda Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro meninjau sejumlah Fasyankes di Kota Mojokerto. Di antaranya Puskesmas Wates, Puskesmas Mentikan dan RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo.

"Kita ingin melihat dan memastikan bahwa pelayanan kesehatan baik yang ada di Puskesmas maupun rumah sakit tetap beroperasi, meski cuti bersama lebaran", ujar Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Senin (08/04/2024).

Pj. Wali Kota Mojokerto yang akrab dengan sapaan "Mas Pj" ini juga berkesempatan meninjau kesiapan petugas PSC 119. Merekalah yang nantinya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di Kota Mojokerto selama lebaran Idul Fiti 1445 Hijriyah dan akan bersiaga 24 jam penuh.

Mas Pj pun berkesempatan memberikan semangat kepada para Nakes baik yang ada di Puskesmas, rumah rakit, maupun PSC 119 supaya mereka memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama libur lebaran.

"Tetap semangat semuanya, Insya' Allah berkah", ucap Mas Pj.

Selain memastikan pelayanan kesehatan tetap beroperasi selama libur lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah, pada kunjungannya Mas Pj kali ini juga memastikan kebersihan dan kerapihan pada masing-masing Fasyankes.

Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto dr. Farida menerangkan, bahwa pelayanan kesehatan di Kota Mojokerto akan tetap beroperasi meski sedikit ada penyesuaian.

"Kalau Puskesmas selama cuti bersama lebaran,  buka seperti biasanya. Kecuali, tanggal merah pada 1 dan 2 Syawal memang libur, karena tidak ada UGD dan Rawat Inap kan", terang Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto dr. Farida.

Untuk pelayanan kegawat-daruratan, Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto menandaskan, bahwa seluruh rumah sakit di Kota Mojokerto akan tetap beroperasi seperti biasanya.

"Kemarin sudah kita koordinasikan, terutama untuk empat spesialisasi dasar harus ready di kota, yakni obgyn, anak, anastesi dan bedah. Harus ada, se kota tidak boleh ada yang kosong", tandas Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto dr. Farida. *(SRT/HB)*

Jumat, 29 Maret 2024

Cegah DBD, Mas Pj Pimpin Warga Kota Mojokerto Serentak Kerja Bakti Massal


Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro didampingi Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Kepala Dinkes P2KB Pemkot Mojokerto dan Camat Magersari saat tiba area lokasi Kerja Bakti Massal di Jl. Kelud Gg. 8 No. 8 RT. 01 RW. 05 Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Jum'at (29/03/2024) sore.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro hari ini, Jum'at 29 Maret 2024, memimpin warga Kota Mojokerto serentak di masing-masing RW menggelar Kerja Bakti Massal. Pj. Wali Kota Mojokerto yang akrab dengan sapaan "Mas Pj" ini secara langsung memimpin Kerja Bakti Massal yang berlangsung di Jl. Kelud Gg. 8 No. 8 RT. 01 RW. 05 Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.

Turut hadir dalam kegiatan Kerja Bakti Massal kali ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Camat Magersari Sutikno, lurah se Kecamatan Magersari, TP PKK Kecamatan Magersari, TP PKK Kelurahan se Kecamatan Magersari juga para kader Jumantik se Kecamatan Magersari.

Di sela berlangsungnya Kerja Bakti Massal di Jl. Kelud tersebut,  Mas Pj menuturkan, bahwa kasus DBD Jawa Timur saat ini mengalami lonjakan dan cara paling efektif untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah dengan memperkuat Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 MPlus. 

“Untuk mencegah DBD diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk terbiasa menanamkan budaya hidup bersih pada diri sendiri dan lingkungan masing-masing", kata Mas Pj di sela berlangsungnya Kerja Bakti Massal di Jl. Kelud, Jum'at (29/03/2024) sore.

Dalam Kerja Bakti Massal sore ini, yang menjadi target utama Mas Pj adalah membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk, seperti barang-barang bekas yang sekiranya dapat menjadi tempat penampungan air hujan.   

“Kami berharap Kerja Bakti Massal ini dapat menjadi titik balik untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga Kota Mojokerto dalam bergotong-royong menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, sehingga sudah tidak ada lagi tempat untuk jentik nyamuk berkembang biak", ujarnya penuh harap.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) dr. Farida Mariana menjelaskan, kegiatan preventif PSN 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, 

“Sementara Plus-nya antara lain dengan melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan, menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk seperti lavender, serai dan daun mint, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air (1 rumah 1 jumantik), memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras serta meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup", jelasnya. 

Terkait fogging atau pengasapan, dr. Farida menegaskan, bahwa hal itu bukan merupakan solusi terbaik untuk mencegah DBD, karena banyak efek samping dari pengasapan, karena nyamuk semakin kebal, sehingga lebih sulit untuk dibasmi dan hanya membunuh nyamuk dewasa, namun jentiknya masih hidup. 

“Fogging juga mengakibatkan pencemaran lingkungan, disamping itu juga berbahaya bagi manusia, seperti  karsinogenik penyebab kanker, merusak paru-paru, menurunkan sistem kekebalan tubuh bahkan dapat merusak gen dan kromosom pada janin sehingga janin rentan kecacatan", tegasnya. *(SRT/HB)*

Selasa, 26 Maret 2024

Selama Libur Dan Cuti Bersama Lebaran 2024, Pemkot Mojokerto Tetap Siaga Layanan Kesehatan


Pj. Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berkomitmen terus memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada seluruh masyarakat, termasuk selama libur nasional dan cuti bersama memperingati Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah/ 2024 Masehi.

"Kesehatan ini termasuk layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat. Jadi, meskipun tanggal merah, kami upayakan agar aksesnya tetap ready seperti biasanya", ujar Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro, Selasa (26/03/2024).

Lebih lanjut, sebagaimana arahan Pj. Wali Kota Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Mojokerto dr. Farida Mariana mengatakan, bahwa pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) termasuk Puskesmas se Kota Mojokerto akan tetap buka.

"Pelayanan dalam gedung pada hari libur dan cuti bersama 8-15 April 2024 berlangsung pukul 08.00 - 12.00 WIB. Di luar jam tersebut, akan dikoordinasikan dengan PSC 119", kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Mojokerto dr. Farida Mariana.

Sedangkan untuk kasus kegawat-daruratan, baik medik ataupun kecelakaan, PSC siap melakukan respon cepat tanggap selama 24 jam. Pasien kegawat-daruratan nantinya akan dirujuk ke rumah sakit yang juga telah disiagakan 24 jam.

"RS menerima rujukan dari Puskesmas, Pos Kesehatan Terpadu, PSC dan PMI. Selama periode tersebut, RS harus menugaskan dokter jaga onsite dan oncall", tambah dr. Farida.

Apabila dalam jadwal dokter jaga tersebut tidak ada dokter spesialis, terutama dokter spesialis obstetri dan gynecology, dokter spesialis anak, dokter spesialis bedah dan dokter spesialis anastesi, maka diharapkan mencantumkan rumah sakit rujukan lainnya.

Selain tetap menyiap-siagakan Puskesmas, rumah sakit, PSC dan PMI, Pemkot Mojokerto melalui Dinkes P2KB setempat juga akan mendirikan Pos Kesehatan Terpadu di sejumlah titik. Rencananya, akan ada di area sekitar stasiun, terminal, Sekar Putih, Alun-alun Wiraraja, dan Sunrise Mall.

Masing-masing Poskes (Pos Kesehatan) nantinya akan ditugaskan tim kesehatan secara terjadwal dengan disiapkan ambulans lengkap dengan alat kesehatan dan obat-obatan emergency. 

"Untuk lokasi Poskes kami berkoordinasi dengan Polresta. Ini bentuk kesiapsiagaan kami menghadapi musim mudik, agar masyarakat semua aman, nyaman, dan senantiasa dalam kondisi prima", jelas dr. Farida. *(SRT/HB)*

Selasa, 13 Februari 2024

Pemkot Mojokerto Siap Beri Layanan Kesehatan Jiwa Bagi Caleg Stress


Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto siap memberikan layanan bagi calon anggota legislatif (Caleg) ataupun tim sukses (Timses) yang stress hingga mengalami gangguan kejiwaan akibat gagal menduduki kursi DPRD Kota Mojokerto dalam Pemilu 2024 besok.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kadinkes (Red: Kepala Dinas Kesehatan) agar kita bisa bersiap mengantisipasi adanya Caleg yang stress pasca Pemilu (Red: pemilihan umum)", ujar Penjabat (Pj.) Wali Kota Moh. Ali Kuncoro, Selasa (13/02/2024.

Mengingat, berdasarkan dari situasi dan kondisi di Pemilu-pemilu sebelumnya, ada kecenderungan peningkatan orang stress pasca Pemilu. Terutama, jika hasil Pemilu tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Atas arahan Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana menegaskan, jika pihaknya siap memberikan layanan, meski tanpa persiapan khusus. 

"Karena sudah bagian dari layanan rutin kesehatan jiwa, jadi fasilitas dan tenaga kesehatan sudah siap", tegas Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana.

Skrining awal kesehatan jiwa dapat dilakukan dengan mengunjungi layanan Poli Jiwa yang ada di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Mojokerto atau melalui Prameswari.

Berikutnya, jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan jiwa, akan dikakukan penjadwalan konsultasi lanjutan dengan psikolog. Frekuensi konsultasi akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

"Bisa juga melakukan pemeriksaan di RSUD dr. Wahidin  Sudiro Husodo. Selain psikolog juga sudah ada dokter spesialis kesehatan jiwa", jelas dr. Farida.

Sebagai informasi, berdasarkan data penetapan daftar calon tetap (DCT) pada pemilihan legislatif (Pileg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto, total ada 319 Caleg yang bakal bertarung memperebutkan 25 kursi DPRD Kota Mojokerto. *(Diskominfo/SRT/HB)*

Senin, 05 Februari 2024

Capaian Sub PIN Polio Kota Mojokerto Tertinggi Se Jatim, Mas Pj: Ini Sinergi Yang Baik Pemerintah, Tenaga Kesehatan Serta Partisipasi Masyarakat


Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat meninjau pelaksanaan Sub PIN Polio di SD TNH Kota Mojokerto. (Zan/Diskominfo Pemkot Mojokerto.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Capaian Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Kota Mojokerto tertinggi se Jawa Timur (Jatim) mencapai 104,3 persen dengan jangkauan 16.958 anak yang telah diimunisasi. Ini melebihi jumlah sasaran yang telah ditetapkan, yaitu 16.263 anak. 

Capaian Sub PIN Polio putaran pertama di Kota Mojokerto tersebut disusul Kabupaten Madiun pada posisi ke-dua. Berikutnya, Kabupaten Ngawi pada posisi ke-tiga, Kota Surabaya posisi ke-empat serta Kabupaten Tulungagung di posisi ke-lima. 

Hal tersebut berdasarkan data laporan final pelaksanaan Sub PIN Polio putaran pertama yang disampaikan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto per tanggal 31 Januari 2024. 

Atas capaian tersebut Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mengapresiasi kerja keras seluruh tim kesehatan serta dukungan masyarakat dalam menyukseskan Sub PIN Polio di Kota Mojokerto.

"Alhamdulillah, keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat yang ikut menyukseskan Sub PIN Polio di Kota Mojokerto", ungkap Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro di Kantor Pemkot Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mpjokerto, Senin (05/02/2024)

Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro yang akrab dengan sapaan "Mas Pj." tersebut menjelaskan, pelaksanaan Sub PIN Polio putaran pertama telah dilaksanakan mulai 15 Januari 2024. Selanjutnya, Pemkot Mojokerto melalui Dinkes PPKB setempat tengah bersiap untuk melaksanakan Sub PIN Polio putaran kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2024.

"Saya ingatkan kembali, untuk ibu-ibu yang memiliki anak berusia 0 sampai dengan 7 tahun 11 bulan, jangan lupa akan ada putaran kedua Sub PIN Polio pada tanggal 19 Februari. Mari kita sukseskan program nasional ini agar anak-anak di Kota Mojokerto menjadi SDM yang sehat dan tumbuh kembangnya tidak terhalang", jelas Mas Pj.

Sementara itu Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana, MKes. mengatakan, bahwa pihaknya akan terus berupaya sapu bersih dalam pelaksanaan Sub PIN Polio putaran kedua. Mengingat, pentingnya vaksin Polio bagi anak-anak.

"Kita akan terus berupaya sapu bersih juga pada pelaksanaan Sub PIN Polio pada putaran kedua ini, pokoknya tidak boleh ada satupun sasaran yang tertinggal", kata Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana, MKes.

Ia berharap, masyarakat tetap antusias membawa putra-putrinya untuk mendapat vaksin polio pada putaran kedua dan menyukseskan Sub PIN Polio di Kota Mojokerto. *(Diskominfo/SRT/HB)*

Sabtu, 03 Februari 2024

Rayakan Gemilang 10 Tahun, LAM-PTKes Seminar Di Hotel Mercure Jakarta Simatupang


Para pengurus perkumpulan LAM-PTKes saat berswafoto usai seminar dengan tema "Refleksi Diri Untuk Menatap Jalan Ke Depan" di hotel Mercure Jakarta Simatupang pada hari ini, Sabtu 03 Februari 2024.


Kota JAKARTA –(harianbuana.com).
Sepuluh tahun lamanya perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) ikut berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional di bidang kesehatan. Untuk merayakan perjalanan 10 tahun yang penuh dengan kerja keras dan dedikasi, jajaran menyelenggarakan acara Gemilang 10 Tahun Perkumpulan LAM- PTKes dalam bentuk seminar dengan tema "Refleksi Diri Untuk Menatap Jalan Ke Depan" di hotel Mercure Jakarta Simatupang pada hari ini, Sabtu 03 Februari 2024.

Organisasi ini dulunya didirikan berdasarkan kesepakatan 14 Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan bidang Kesehatan di Indonesia sesuai dengan ketetapan dari KemKumHam. Pada tahun 2010 lalu, ada program di Kemendikbud yang didukung dananya dari Bank Dunia dengan tujuan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi Kesehatan di Indonesia. Program ini, dilatar belakangi oleh meningkatnya jumlah program studi bidang Kesehatan dan masih rendahnya mutu pelayanan Kesehatan. 

Program ini memiliki 3 komponen kegiatan utama yaitu: meningkatkan mutu Pendidikan melalui pembentukan sebuah wadah penjaminan mutu/ Lembaga Akreditasi, meningkatkan mutu lulusan calon tenaga Kesehatan melalui Sistem Uji Kompetensi Nasional dan meningkatkan kemampuan mengelola pendidikan kedokteran melalui pemerataan fasilitas pada beberapa fakultas kedokteran sebagai pilot project.

Lembaga ini mulai melakukan fungsinya secara penuh sebagai Lembaga penilai mutu eksternal pendidikan tinggi Kesehatan sejak 01 maret 2015. Perkumpulan LAM-PTKes merupakan lembaga akreditasi mandiri yang awal pada berfokus pada kepentingan mutu Pendidikan bidang Kesehatan berskala nasional, namun telah memiliki visi ke tingkat akreditasi internasional dengan harapan akan berdampak pada mutu program studi Kesehatan di Indonesia. 

Oleh karena itu, sejak periode pertama orientasi kerja LAM-PTKes juga ke tingkatan mutu internasional. Beberapa pengakuan dari Lembaga internasional telah diperoleh antara lain dari World Federation for Medical Education (WFME), Asia Pacific Quality Assurance Register (APQR), ASEANQuality Assurance Framework (AQAF) disamping juga memiliki keanggotaan pada Asia Pacific Quality Network (APQN), ASEAN Quality Assurance Network (AQAN) dan (International Network for Quality Assurance Agencies in Higher Education (INQAAHE). 

Saat ini motivasi LAM-PTKes sedang tinggi-tingginya untuk berkembang dan berupaya menjadi lembaga akreditasi internasional yang diakui. Namun, ditengah perjalanan mencapai visinya, beberapa perubahan kebijakan pemerintah telah terjadi yang sedikit banyak telah mempengaruhi proses pencapaian visi tersebut. Perubahan ini selalu dipersepsikan oleh LAM-PTKes menjadi tantangan dan peluang yang harus diperjuangkan. 

Dan, pada perayaan peringatan berdirinya organisasi kali ini, merupakan bentuk refleksi dari berbagai pengalaman yang telah dihadapi serta kegiatan yang telah dilakukan sejak awal beroperasi hingga kini untuk menapaki tantangan menjadi peluang di masa depan yang menanti. 

Pada acara ini turut diundang Dirjen Dikti Ristek Prof. Ir. Nizam, MSc., DIC., Ph.D dan Dirjen Sekretaris Kemenkes drg. Arianti Anaya, MKM sebagai narasumber seminar. Kinerja perjalanan 10 tahun LAM-PTKes ini merupakan bukti konsisten kontribusi Lembaga dalam menjaga mutu Pendidikan Kesehatan di Indonesia agar tetap terjaga dan semakin maju.

Kontribusi Perkumpulan LAM-PTKes menumbuhkan keyakinan untuk terus memajukan mutu Pendidikan tidak hanya di Indonesia namun hingga ke wilayah Internasional. 

“Jika LAM-PTKes bisa mendapat pengakuan sebagai Lembaga Akreditasi Internasional, maka untuk apa program studi mengajukan akreditasi ke luar negeri kalau bisa di dalam negeri", ujar Dr. Lukman, ST., MHum., salah-satu pembicara pada seminar ini. 

Pada kesempatan yang sama, pembicara lainnya, Dra. Henny S. Widianingsih, MSi mengatakan, pihak LAM-PTKes harus menjaga reputasi karena merupakan hal yang penting. "Gunakan platform media sosial untuk menjadi alat mempromosikan diri", kata Dra. Henny S. Widianingsih, MSi. yang pernah menjabat Komisioner BNSP dan KIP. *(HB)*

Kamis, 25 Januari 2024

Ciptakan Generasi Unggul, Pemkot Mojokerto Targetkan Tahun 2024 Zero New Stunting


Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro didampingi Kepala Dinkes Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana. saat memantau langsung perkembangan salah Balita sekaligus memberikan bantuan permakanan.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto konsisten menunjukkan komitmen dalam upaya mewujudkan Zero New Stunting di tahun 2024. Hal ini, salah-satunya terlihat dari kehadiran berbagai aksi dan program dengan tidak hanya melibatkan berbagai stakeholder di lingkup Pemkot, melainkan juga instansi vertikal dan warga.

"Dengan gizi yang terpenuhi sedari dini, tumbuh kembang anak akan optimal. Sehingga kita tancap gas agar balita dan anak-anak Kota Mojokerto bebas dari stunting. Dengan harapan akan tercipta generasi unggul dan cemerlang di masa depan", ujar Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro.

Terbaru, upaya penurunan stunting oleh Pemkot Mojokerto itu dilakukan melalui aksi bakti sosial "Rabu" (Rasanya Ingin Selalu Sehat Bersamamu). Yang mana, aksi bakti sosial yang dipimpin langsung oleh Pj. Wali Kota Moh. Ali Kuncoro tersebut, Pemkot Mojokerto menyalurkan bantuan makanan tinggi protein hewani untuk Balita (Bayi Lima Tahun) Stunting di masing-masing kelurahan.

"Jadi, setiap hari Rabu, saya bersama Kadinkes, Baznas dan Prameswari turun langsung untuk menyalurkan makanan tinggi protein hewani, seperti ayam, telur, susu dan beras", jelas Mas Pj., sapaan akrab Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro.

Selain bantuan permakanan rutin, Pemkot Mojokerto melalui Dinkes P2KB juga terus berinovasi dengan memformulasikan berbagai program intervensi. Misalnya Canting Gulo Mojo (Cegah Stunting, Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto), yakni sebuah program terintegrasi yang dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu pascasalin hingga Balita dengan melibatkan lintas sektor.

Inovasi tersebut terbukti berkontribusi dalam menekan angka stunting dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan Laporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPBGBM), angka stunting di tahun 2019 sebesar 9,04 persen turun menjadi 7,71 di tahun 2020. Kemudian di tahun 2021 menjadi 4,84 persen dan 3,12 persen di 2022. Hingga menyisakan 2,04 persen per-Desember 2023.

Lebih lanjut, penerapan inovasi ini bahkan mengantarkan Kota Mojokerto sebagai Kota Terinovatif dalam Innovative Goverment Award (IGA) tahun 2023 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI. 

Terkait itu, Pemkot Mojokerto juga melibatkan pertisipasi aktif warga dengan membentuk kader motivator. Total ada 1623 kader motivator yang tersebar di setiap lingkungan warga. Sebelumnya, para kader telah mendapatkan edukasi, sehingga dapat terlibat secara rutin dalam mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk edukasi terkait stunting di sekitar tempat tinggal masing-masing.

"Untuk stunting, salah satunya kami mengajak kader motivator agar ikut mengkampanyekan menu double protein untuk balita stunting. Selain itu, tiap kelompok juga kami bekali dengan antropometri kit agar bisa ikut memantau langsung perkembangan Balita di lingkungan masing-masing. Sehingga kami bisa mendapat data by name by adress yang valid", terang Kepala Dinas Kesehatan P2KB Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana. *(Diskominfo/SRT/HB)*

Selasa, 09 Januari 2024

Ajak Sukseskan Sub PIN Polio, Pj. Wali Kota: Untuk Masa Depan Generasi Kota Mojokerto Lebih Sehat dan Kuat


Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menyapa pengunjung Puskesmas Kedundung.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan Program Nasional Sub PIN Polio yang akan dimulai pada 15 Januari 2024. Sub PIN Polio akan dilaksanakan dua putaran. Putaran pertama akan dilaksanakan pada tanggal 15 – 21 Januari 2024 dan putaran kedua pada 19 – 25 Februari 2024.

“Khususnya saya minta ibu-ibu yang memiliki anak usia 0–7 tahun 11 bulan, ayo ramai-ramai membawa anaknya datang ke seluruh Pos PIN terdekat yang ada di Kota Mojokerto. Imunisasi polio ini penting untuk masa depan generasi Kota Mojokerto lebih sehat dan kuat", pinta Pj. Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, usai Sidak di Puskesmas Kedundung, Selasa (09/01/2024).

Pos PIN Polio di Kota Mojokerto disediakan di Puskesmas, Posyandu serta di seluruh sekolah TK-PAUD dan SD kelas 1 dan 2. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penyakit dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dr. Farida Mariana, MKes. menjelaskan, seluruh anak di Kota Mojokerto harus mendapat imunisasi polio, mengingat hingga saat ini polio belum ada obatnya.

“Sasaran kita sebanyak 15.900 anak, jangan ada yang ketinggalan, sapu habis agar anak-anak kita sehat, ini penting karena polio ini tidak ada obatnya", ungkap Kepala Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana, MKes.

Ditegaskan dr. Farida Mariana, bahwa Sosialisasi massif juga telah dilakukan untuk menyukseskan Sub PIN Polio di Kota Mojokerto, termasuk melakukan sinergi antar OPD.

“Kami Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan Dinas Kominfo untuk melakukan publikasi, menggerakkan seluruh support sistem yang ada di jajaran kami mulai dari puskesmas, posyandu, kader. kami bekerjasama dengan Dinas Pendidikan juga", tegasnya. *(Diskominfo/SRT/HB)*

Jumat, 08 Desember 2023

Hadiri Advokasi, Sekda Kota Mojokerto Bicara Soal Pentingnya Pokjanal Posyandu Dibentuk


Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Advokasi Pembentukan Pokjanal Posyandu Tingkat Kota Mojokerto Tahun 2023 yang diselenggarakan Dinkes P2KB Pemkot Mojokerto di Saphire Ballroom Hotel Ayola, jalan Benpas Kota Mojokerto, Jum'at 08 Desember 2023.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo hadir dalam Pertemuan Advokasi Pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tingkat Kota Mojokerto Tahun 2023 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.

Dengan didampingi Kepala Dinkes P2KB Pemkot Mojokerto dr. Triastutik Sri Prastini, Sp.A., Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo membuka pertemuan yang digelar di di Saphire Ballroom Hotel Ayola jalan Benteng Pancasila (Jl. Benpas) Kota Mojokerto pada Jum'at 08 Desember 2023 ini.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo di antaranya menyampaikan, bahwa secara umum Advokasi Pokjanal Posyandu ini bertujuan meningkatkan kemampuan bagi kader Posyandu dalam melaksanakan tugas penggerakan dan pemberdayaan masyarakat serta mampu mengimplementasikan peran dan fungsi sebagai kader Posyandu.

"Sebetulnya, Pokja Operasional Posyandu ini sudah pernah dibentuk dan sudah ada sekian tahun yang lalu. Sebelumnya, sebelum Covid sudah ada ya Bu Kadis (Kepala Dinkes P2KB Pemkot Mojokerto dr. Triastutik Sri Prastini)? Hanya saja belum maksimal. Kinerjanya belum maksimal", kata Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo di Saphire Ballroom Hotel Ayola jalan Benpas Kota Mojokerto, Jum'at (08/12/2023).

Lebih lanjut, Gaguk menerangkan, bahwa Posyandu dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Mojokerto, telah dilakukan dengan berbagai upaya dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada, termasuk yang ada di masyarakat.

"Sementara pada kesempatan ini, kita kumpul bersama untuk nantinya dalam advokasi kita tahu betapa pentingnya Pokja ini dibentuk dan mempunyai peran yang strategis di dalam mensuport mendukung program-program strategis dari Dinkes. Salah-satunya adalah penurunan stunting", terangnya.


Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo foto bersama para peserta Pertemuan Advokasi Pembentukan Pokjanal Posyandu Tingkat Kota Mojokerto Tahun 2023 yang diselenggarakan Dinkes P2KB Pemkot Mojokerto di Saphire Ballroom Hotel Ayola, jalan Benpas Kota Mojokerto, Jum'at 08 Desember 2023.


Gaguk berharap, melalui kegiatan ini diharapkan agar OPD dan lintas sektor terkait kesehatan dapat lebih meningkatkan fungsi dan kinerjanya dalam membangun komitmen bersama serta bersinergi melalui program dan kegiatannya masing-masing.

"Bapak Ibu sekalian saya kira tahu persis, dalam berbagai kesempatan Presiden Republik Indonesia selalu menyampaikan pesan terhadap program-program strategis Presiden mulai dari kemiskinan ekstrem, mulai dari invlasi sampai stunting juga belanja properti dalam negeri juga terkait dengan investasi", harapnya.

Ditegaskan Gaguk, bahwa dalam mendukung tugas dan fungsi Tim Pokjanal Posyandu sehingga dapat memberikan kontribusi untuk mendongkrak penilaian indikator strategis Posyandu, mulai dari pembinaan kader, keterpaduan pelayanan infrastruktur penunjang dan lain sebagainya

"Nah salah-satunya terkait dengan penurunan stunting. Tentu saja berbicara mengenai stunting, tidak bisa dipisahkan dengan kehadiran, keberadaan, peran penting daripada Posyandu. Oleh karena itu, kendati bentuknya Pokja Operasianal Posyandu, tapi itu akan diharapkan bisa memberikan arahan-arahan, bisa memberikan penguatan-penguatan terhadap penyelenggaraan atau pelaksanaan Posyandu", tegasnya 

"Saya harap segera nanti setalah advokasi ini, Bu Kadis (Kepala Dinkes P2KB Pemkot Mojokerto dr. Triastutik Sri Prastini) menyusun tim-nya, SK-nya, terus lanjut menyusun program kerjanya. Nanti saya pimpin sendiri, ketuanya kalau nggak salah Sekda. Saya juga baru tahu kalau ketuanya Sekda. Jadi, selama ini pernah ada tapi mati suri. Nah ini harus kita aktifkan. Karena kita mempunyai tugas yang cukup berat, yaitu menyukseskan penurunan stunting", tandas Gaguk.

Pertemuan Advokasi Pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tingkat Kota Mojokerto Tahun 2023 tersebut, menghadirkan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Tri Yuwono mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut diikuti para Camat dan Lurah se Kota Mojokerto, perwakilan petugas Puskesmas se Kota Mojokerto serta perwakilan kader kesehatan dari masing-masing kelurahan se Kota Mojokerto. *(DI/HB/Adv)*

Selasa, 28 November 2023

Kembali Berprestasi, Pemkot Mojokerto Terima Penghargaan Swasti Saba Padapa Dari Kemenkes RI


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menerima penghargaan Swasti Saba Padapa dari Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (28/11/2023).


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali mengukir prestasi tingkat nasional dengan menerima penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Selasa (28/11/2023). Penghargaan Swasti Saba Padapa ini, menambah daftar panjang prestasi Pemkot Mojokerto.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin pada malam Penganugerahan Penghargaan Swasti Saba Kabupaten/ Kota Sehat (KKS) dan STBM Award Tahun 2023, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.

"Alhamdulillah, ini berkat kerja keras dan kekompakan seluruh pihak, bersama-sama untuk mewujudkan Kota Mojokerto Sehat dari berbagai tatanan", ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Lebih lanjut, Wali Kota Mojokerto yang akrab dengan sapaan Ning Ita ini menjelaskan, dari 514 kab/ kota se Indonesia, ada 364 kab/ kota yang mengikuti KKS. Dari jumlah tersebut, ada 136 kab/ kota yang lolos meraih penghargaan Swasti Saba. Salah-satu di antaranya adalah Kota Mojokerto.

Tahun ini, ada 9 tatanan Kabupaten/ Kota Sehat yang menjadi penilaian. Di antaranya tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri, tatanan permukiman dan fasilitas umum, tatanan satuan pendidikan, tatanan pasar, tatanan pariwisata, tatanan perkantoran dan perindustrian, tatanan transportasi dan tertib lalu lintas jalan, tatanan perlindungan sosial dan tatanan pencegahan dan penanggulangan bencana.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menjadi lebih baik lagi, utamanya dalam mewujudkan kota sehat di Kota Mojokerto", jelas Ning Ita.

Hadir pada malam penganugerahan tersebut bersama Menteri kesehatan, yakni Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu, Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro dan Menko PMK Muhadjir Effendy. *(Dit/an/HB)*

Rabu, 26 Juli 2023

Pemkot Mojokerto Raih 3 Penghargaan Bidang Kesehatan Dari Pemprov Jatim


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  di Hotel Novotel Samator Surabaya, Rabu (26/07/2023).


Kota MOJOKERTO – (harianhuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berhasil meraih 3 (tiga) penghargaan di bidang kesehatan sekaligus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Prioritas Pembangunan Kesehatan di Hotel Novotel Samator Surabaya, Rabu (26/07/2023).

Tiga penghargaan tersebut, yakni Terbaik II Kabupaten/ Kota dengan capaian terbaik Intervensi Spesifik Stunting; Terbaik II Kabupaten/ Kota dengan capaian terbaik Konektivitas Simpus ke SATUSEHAT dan Terbaik III Kabupaten/ Kota dengan capaian tertinggi SPM terduga TBC mendapatkan pelayanan sesuai standar tahun 2022.

Dengan demikian, Kota Mojokerto menjadi daerah yang berhasil membawa pulang penghargaan terbanyak jika dibandingkan kabupaten/ kota lain se-Jawa Timur. Disusul kemudian Kota Surabaya dengan 2 (dua) penghargaan serta Kabupaten Jombang juga dengan 2 Penghargaan.

“Ini adalah bentuk komitmen kita terhadap urusan wajib layanan dasar di bidang kesehatan bagaimana Kota Mojokerto dengan alokasi anggaran yang memadai itu program-program untuk layanan kesehatan ini harus maksimal di dalam kualitas", ujar Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari usai menerima penghargaan  di Hotel Novotel Samator Surabaya, Rabu (26/07/2023).

Wali Kota Mojokerto yang akrab dengan sapaan Ning Ita menjelaskan, komitmen tersebut dilakukan secara berkelanjutan, simultan dan terintegrasi mulai dari layanan di puskesmas, klinik, sampai layanan rujukan di rumah sakit hingga upaya promotif, preventif yang dilakukan dengan melibatkan berberapa organisasi profesi, organisasi wanita, pelibatan kader serta unsur masyarakat.

“Atas komitmen itu hari ini kita mendapatkan tiga penghargaan sekaligus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur", jelas Ning Ita.

Ning Ita berharap, komitmen dan sinergi yang sudah terbangun akan terus berjalan agar kedepan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan di Kota Mojokerto terus meningkat secara graduatif.

“Sudah ada komitmen yang kuat, sinergi, ini harus terus kita lanjutkan. Bagaimana kedepan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan kita di Kota Mojokerto ini bisa meningkat secara graduatif", harapnya.

Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pemkot Mojokerto, dr. Farida Mariana, MKes. *(Dit/an/HB)*

Jumat, 07 Juli 2023

Pemkab Mojokerto Tingkatkan Kesehatan Pegawai Dengan Program “Jum’at Bangkit”

Bupati Mojokerto Ikfina turut memantau langsung pengecekan kesehatan terhadap seluruh pegawai yang diawali cek kesehatan Kepala Disnaker menyusul Kadis DLH, di ruang P3K Disnaker Kab. Mojokerto, Jum’at (07/07/2023). 


Kab. MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggalakkan Program "Jum'at Bangkit" dengan melakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi terpadu Kabupaten Mojokerto. Ini  dilakukan  agar kesehatan seluruh pegawai dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus meningkat.

Setelah melaksanakan pembinaan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pada bulan Juni lalu. kali ini pembinaan kesehatan yang dikemas dalam agenda 'Jum'at Bangkit' itu dilaksanakan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto.

Latihan latihan yang diawali dengan senam bersama di halaman kantor DLH Kabupaten Mojokerto, pada Jumat, (07/07/2023) pagi. Pada kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati juga turut memantau langsung pengecekan kesehatan terhadap seluruh pegawai tiga instansi pemerintah Kabupaten Mojokerto tersebut.

Bupati Ikfina mengungkapkan, bahwa modal utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari adalah sehat, maka melakukan olahraga merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.

"Kegiatan olahraga ini harusnya dilakukan 1 jam sehari dalam 6 hari dari 7 hari per minggu, bagaimana caranya kita bergerak dan berkeringat. karena dengan keluarnya keringat dari tubuh kita melalui kulit itu, selain membuka pori-pori. terdapat pula mekanisme Pengeluaran dari beberapa racun dari dalam tubuh kita", ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Selain itu, pada latihan pembinaan kesehatan dilakukan berbagai tahapan pengecekan mulai dari menimbang berat badan, mengukur lingkar perut, cek tekanan darah, cek gula darah, cek kolesterol dan asam urat serta terdapat pula konseling dan edukasi. Bupati Ikfina berharap seluruh pegawai instansi dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

“Kita jaga kesehatannya masing-masing agar bisa beraktivitas dengan baik dan tentunya kita bisa mengerjakan tugas-tugas juga dengan maksimal", jelas Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina juga mengucapkan terima-kasih sebesar-besarnya kepada seluruh karyawan yang telah mengikuti pelaksanaan pembinaan kesehatan ini yang menjadi ekspektasi agar kedepannya para pegawai Pemkab Mojokerto tetap sehat, semangat dan profesional dalam melayani masyarakat.

Pada pelaksanaan pelatihan kesehatan kali ini, juga turut menghadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi, Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto, dan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Mojokerto. *(get/DI/HB)*

Selasa, 27 Juni 2023

Zero New Stunting 2024, Pemkot Mojokerto Rakor Penlap TPPS


Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat memimpin Rakor Penlap TPPS Semester I Kota Mojokerto di Ruang Command Center Kantor Sekretariat Daerah Kota Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Selasa (27/06/2023).

Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Laporan  (Penlap) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I Kota Mojokerto di Ruang Command Center Kantor Sekretariat Daerah Kota Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Selasa (27/06/2023).

Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo selaku Ketua TPPS yang diikuti 10 stakeholder terkait, yakni Dinkes PPAKB, DPUPR Perakim, Dinsos P3A, Bappeda Litbang, Diskominfo, Dinas P & K, Kemenag, DKPP, Diskop UKM Perindag dan Dispenduk Capil.

"Target Ibu Wali Kota ini kan 2024 Kota Mojokerto zero new stunting, untuk itu seluruh stakeholder terkait harus memiliki rencana aksi yang jelas, yang bisa diukur dengan indikator yang tepat untuk mencapai target tersebut", ujar Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Selasa (27/06/2023), di lokasi.

Gaguk menegaskan, seluruh stakeholder yang terlibat harus tahu dan paham indikator apa saja yang diampu guna mencapai target tahun 2024 Kota Mojokerto bisa zero new stunting. "Seluruh stakeholder yang terlibat harus memiliki rencana aksi yang bisa mensupport penurunan kasus stunting di Kota Mojokerto", tegasnya.

Sementara Kepala Dinkes PPAKB Pemkot Mojokerto dr. Farida Mariana, MKes, menerangkan, TPPS memiliki output adanya laporan semester I serta outcome zero new stunting Kota Mojokerto tahun 2024. "Seperti arahan Bapak Sekda, untuk membuat laporan, setiap stakeholder harus ada beberapa indikator yang harus diisi oleh stakeholder terkait", terangnya.

Sembari membuat laporan TPPS semester I, TPPS Kota Mojokerto juga akan membuat rencana aksi terkait stunting yang akan dieksekusi di tahun 2024. "Untuk itu data sasaran atau estimasi sudah harus kita pegang agar bisa di eksekusi 2024", imbuhnya. *(Dit/an/HB)*

Kamis, 15 Juni 2023

Pemeriksaan Jantung Gratis Jadi Kado RSUD Di Hari Jadi Ke-105 Kota Mojokerto


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau proses kateterisasi jantung di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Kamis 15 Juni 2023
.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo semakin mengembangkan diri dalam pelayanan, di antaranya menyediakan layanan kateterisasi jantung (cathlab). Dan untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-105 Kota Mojokerto, RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo menyediakan CT-Scan Calsium Score Jantung secara gratis bagi 30 pendaftar pertama di bulan Juni.

Usai meninjau proses kateterisasi jantung, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, bahwa CT-Scan Calsium Score Jantung merupakan langkah awal untuk mendeteksi seberapa plak atau kapur yang menyebabkan sumbatan di dalam jantung.

"Dengan pemeriksaan ini,bakan diketahui seberapa jauh tindakan yang harus dilakukan. Apakah perlu tindakan operasi atau tidak ataukah cukup menjaga pola hidup", kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kamis (15/06/2023) usai meninjau proses kateterisasi jantung di RSUD Wahidin Sudiro Husodo 

Wali Kota Mojokerto yang akrab dengan sapaan Ning Ita ini juga mengajak seluruhnya warga Kota Mojokerto dan sekitarnya yang membutuhkan kateterisasi jantung, bisa memanfaatkan layanan unggulan dari RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto

“Keunggulan alat cathlab yang dimiliki oleh RSUD Wahidin Sudiro Husodo ini dilakukan tanpa melalui proses pembedahan. Sehingga meskipun bahasanya dioperasi jantungnya tetapi pasien tetap sadar tetap bisa ngobrol, seluruh fungsi tubuhnya tetap bisa normal, sadar sepenuhnya", terang Ning Ita.

Dengan betapa mudah dan cepatnya proses cathlab ini, Ning Ita pun mengajak seluruh warga yang membutuhkan cathlab untuk tidak lagi ragu dengan datang ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

“Saya mengajak seluruh masyarakat jangan khawatir, yang mengalami sakit jantung untuk segera berobat ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo apabila dilakukan tindakan atas sakit jantung tidak perlu takut, tidak perlu khawatir karena tidak ada proses pembedahan sama sekali. Tidak pakai pisau bedah seperti yang dibayangkan", ajak orang nomor satu di Pemkot Mojokerto ini.

Pada kesempatan ini, Ning Ita juga menyampaikan, bahwa promosi kesehatan (Prromkes) juga terus akan dilakukan untuk mewujudkan warga Kota Mojokerto yang sehat.

“Kita punya ribuan kader kesehatan mulai dari kader KB, kader bina balita, kader bina remaja, kader bina lansia, kader motivator, PIK-R. Nah kader-kader kesehatan ini semua kita bekali dengan materi terkait pola hidup bersih dan sehat, sehingga Promkesnya berjalan di semua sektor agar semua masyarakat sadar, karena ini terkait dengan kesadaran untuk merubah pola hidup", pungkasnya. *(Law/HB)*

Jumat, 19 Mei 2023

Berikut Pesan Ning Ita Diperingatan Hari Hipertensi Sedunia 2023


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menyampaikan sambutan arahan dalam seminar kesehatan memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2023 di Hall Prajna Wijaya lantai 4 Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada jalan Gajah Mada No. 100 Kota Mojokerto.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) setempat hari ini, Jum'at 19 Mei 2023, menggelar seminar kesehatan di Hall Prajna Wijaya lantai 4 Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada jalan Gajah Mada No. 100 Kota Mojokerto.

Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia tahun 2023 dengan tema "Sayangi Diri dan Keluarga Kita dengan Cara Mencegah dan Mengendalikan Hipertensi serta Berperilaku CERDIK untuk Hidup Lebih Lama" ini, menghadirkan narasumber dr. Adityo Baskoro, SP. JP dari RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Adapun Hari Hipertensi Sedunia ini sendiri, diperingati setiap tanggal 17 Mei. 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir sekaligus berkesempatan menyampaikan sambutan pengarahan dalam seminar yang diikuti 250 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto, anggota Kodim 0815/Mojokerto, Denpom V/2 Mojokerto dan Korem 082/CPYJ tersebut.

Di antara sambutan arahannya, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto tersebut berpesan agar para penderita hipertensi senantiasa berupaya tetap produktif. Hal itu bisa diupayakan salah-satunya dengan berperilaku CERDIK yang merupakan akronim dari Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres.

"Produktifitas ini sangat penting, jangan sampai hipertensi yang kita derita dalam usia produktif menjadi menurun produktifitasnya karena penyakit tersebut. Maka dari itu Pemkot telah memberikan fasilitasi kepada masyarakat yang tinggal di Kota Mojokerto untuk hidup lebih sehat, agar tidak sampai ada penyakit lanjutan", pesan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menyampaikan sambutan arahan dalam seminar di Hall Prajna Wijaya lantai 4 MPP Gajah Mada jalan Gajah Mada No. 100 Kota Mojokerto. Jum'at (19/05/2023).


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat diperiksa tekanan darahnya oleh petugas  dalam rangkaian acara Peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2023 di Hall Prajna Wijaya lantai 4 Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada jalan Gajah Mada No. 100 Kota Mojokerto.


Wali Kota Mojokerto yang akrab dengan sapaan Ning Ita ini pun berpesan agar para penderita hipertensi senantiasa berkomitmen senantiasa menerapkan pola hidup sehat agar bisa tetap produktif serta terhindar dari penyakit lanjutan yang disebabkan efek domino dari hipertensi.

"Jika kita mampu berkomitmen yang kuat ke arah yang lebih baik dengan menerapkan pola hidup sehat, insya ALLAH akan ada jalan untuk bisa lebih sehat. Merawat tubuh agar tetap sehat adalah salah-satu bentuk syukur kita kepada ALLAH SWT", pesan Ning Ita pula.

Dalam rangkaian acara seminar tersebut, Ning Ita juga berkesempatan menyerahkan reward kepada sejumlah ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto yang rutin mengikuti Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) ASN di Pemkot Mojokerto.

Selain itu, dalam rangkaian acara seminar tersebut, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pemkot Mojokerto juga memberikan layanan cek kesehatan gratis serta rekam jantung gratis bagi peserta seminar.

Adapun tujuan diselenggarakannya serangkaian kegiatan dalam rangka memperingat Hari Hipertensi Sedunia adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat di seluruh dunia mengenai hipertensi dan dampaknya.

Selain itu, peringatan Hari Hipertensi Sedunia juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pencegahan hipertensi, deteksi dini, pengobatan, dan masalah serius yang dapat timbul akibat hipertensi.

Hari Hipertensi Sedunia sendiri pertama kali diperingati pada 14 Mei 2005 oleh The World Hypertension League (WHL). Banyak negara anggota WHL yang kemudian juga sepakat dengan gagasan WHL dan telah melakukan berbagai kegiatan di negaranya masing-masing sebagai upaya untuk memberikan penyadaran dan pengetahuan kepada masyarakat terkait hipertensi dan dampaknya.

Peringatan Hari Hipertensi Sedunia (HHS) tahun 2023 merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan terjadinya hipertensi serta memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan hipertensi serta komplikasinya.

Upaya tersebut memerlukan kerja-sama dan koordinasi serta dukungan lintas program dan lintas sektor secara masif dan terintegrasi.  *(DI/HB/Adv)*

Selasa, 11 April 2023

Kota Mojokerto Dilirik Kemenkes RI Untuk Dijadikan Daerah Percontohan Integrasi Layanan Kesehatan


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Plt. Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr. Farida Mariana, MKes. saat menyambut kunjungan tim monitoring integrasi SATUSEHAT Kemenkes RI yang dipimpin Staf Ahli Kemenkes RI, Setiaji, ST., MSi. di Ruang Sabha Pambojana Rumah Rakyat, Selasa (11/04/2023).


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Banyaknya program digitalisasi dan inovasi utamanya pada layanan kesehatan, membuat Kota Mojokerto dilirik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk dijadikan daerah percontohan integrasi layanan kesehatan. Hal tersebut dikatakan Staf Ahli Kemenkes RI, Setiaji, ST., MSi. dalam kunjungannya ke Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto atau Rumah Rakyat, Selasa 11 April 2023.

"Kemenkes kan punya program untuk memperbaiki layanan kesehatan dengan pemanfaatan digital. Kita melihat, bahwa (Kota) Mojokerto banyak sekali program-program digitalisasi dan inovasi khususnya fokus di layanan kesehatan ya. Melihat hal tersebut, sepertinya ini bisa jadi daerah percontohan untuk mengintegrasikan layanan kesehatan mulai dari dokter mandiri, layanan primer, sekunder dan penunjang, karena Kota Mojokerto sudah memiliki data dasar yang cukup baik", ungkap Setiaji, Selasa (11/04/2023).

Setiaji sempat menyatakan kekagumannya atas pendekatan yang dilakukan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita tersebut sangat tepat dengan memperbaiki data dasar kesehatan.

"Pendekatan yang dilakukan oleh Bu Wali ini sangat tepat sekali. Tahu siapa yang mau disasar, siapa yang mau diobati, yang mau diintervensi. Tidak hanya itu, beliau juga fokus bagaimana anggaran ditingkatkan khususnya di kesehatan yang dua kali lipat dibanding standart minimalnya. Ini luar biasa beliau menaruh perhatian yang cukup besar di bidang kesehatan", ujarnya.

Kunjungan tim monitoring integrasi SATUSEHAT Kemenkes RI kali ini diterima Wali Kota Mojokerto Ning Ita didampingi Pelaksana-tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr. Farida Mariana, MKes. dan Direktur RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, dr. Sulaiman Rosyid, MMKes. di Ruang Sabha Pambojana Rumah Rakyat.

"Saya memang konsisten sejak awal terkait satu data, sejak tahun 2019, saya menginisiasi GAYATRI (GerbAng laYanan informAsi terpadu dan terintegRasi) ini, ayok kita harus punya satu data Kota Mojokerto kita awali dari bidang kesehatan", ungkap Ning Ita.

Lebih lanjut, Wali Kota Perempuan Pertama di Kota Mojokerto tersebut menjelaskan, bahwa urusan kesehatan di Kota Mojokerto memiliki porsi anggaran terbesar jika dibandingkan urusan lainnya. Dimana diatas mandatory spending, hingga diatas 20 persen

"Karena porsi anggarannya besar tapi tidak sepadan dengan outcome nya, nanti jadi mubadzir. Makanya saya kawal sendiri Dinas Kesehatan sampai akhirnya GAYATRI waktu itu menang TOP 45, karena saya ingin ini jadi embrionya SATUDATA Kota Mojokerto", jelas Ning Ita.

Sebagai informasi, sebelum bertemu Ning Ita, tim monitoring integrasi SATUSEHAT Kemenkes RI tersebut sebelumnya telah terlebih dahulu mengunjungi sejumlah Puskesmas dan satu Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Kota Mojokerto. *(Dit/an/HB)*.

Senin, 27 Maret 2023

Pemkot Mojokerto Gelar Rembug Stunting Dan Penanda-tanganan Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo (kiri) saat menanda-tangani Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting di Kota Mojokerto di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Setda Kota Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Senin (27/03/2023) pagi.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat menggelar Rapat Koordinasi Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Mojokerto (Rembug Stunting) di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Senin 27 Maret 2023.

Melalui forum ini, Pemkot Mojokerto melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergitas hasil analisis situasi dan penyusunan rancangan rencana kegiatan dari OPD penanggung-jawab layanan terkait stunting di tingkat kota bersama kecamatan, Puskesmas, kelurahan, lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam upaya penurunan stunting terintegrasi di kelurahan yang menjadi prioritas penurunan stunting tahun 2024.

“Dalam forum ini, kita semua ingin bersama-sama memastikan rencana kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting secara kolaboratif, karena ini merupakan tanggung-jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa dan untuk mewujudkan generasi emas adalah harus bebas stunting dulu", kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Rembug Stunting, Senin (27/03/2023) pagi, di lokasi.

Wali Kota Mojokerto yang akrab dengan sapaan Ning Ita tersebut menerangkan, bahwa Kota Mojokerto telah ditetapkan sebagai salah -satu lokasi perluasan intervensi penurunan stunting tahun 2022 sebagaimana keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Keputusan: 10/M.PPN/HK/02/2021.

“Hal tersebut harus menumbuhkan semangat yang semakin besar untuk bersama-sama mengikhtiarkan menuju zero stunting dalam 2 (dua) tahun, terutama dengan sumber daya yang dimiliki Kota Mojokerto", terang Ning Ita.

Dijelaskannya, bahwa berbagai berbagai program untuk penanganan stunting yang terus dilakukan seperti Gempa Genting, Canting Gulo Mojo dan Dahsyat dan bisa disinergikan 1600 kader motivator, 99 prameswari dan tenaga kesehatan yang di puskesmas se Kota Mojokerto.

“Banyak SDM yang kita miliki. Kalau kita gerakkan bersama-sama maka tidak akan sulit untuk mecapai sasaran penurunan stunting", jelasnya.

Selain dilakukan sinkronisasi dan konfirmasi, dalam forum ini juga dilakukan penanda-tangan Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting Kota Mojokerto oleh Wali Kota Mojokerto dan Tim Percepatan Penurunan stunting Kota Mojokerto.

Rembug Stunting kali ini, turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Pasiter Kodim 0815/ Mojokerto, Kasi Dokkes Polres Mojokerto Kota, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Ketua TP PKK Kota Mojokerto serta team leader LGCB-ASR Kemendagri wilayah Jawa Timur. *(law/an/HB*

Jumat, 24 Maret 2023

Gubernur Khofifah Komitmen Dukung Program Eliminasi TBC 2030


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.


Kota SURABAYA – (harianbuana.com).
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmen mendukung program pemerintah pusat mengeliminasi Tuberculosis (TBS) Tahun 2030. Terlebih, jumlah kasus TBC Jatim berada di posisi tertinggi ke-2 (dua) setelah Jawa Barat (Jabar).

"Dari data rilis Kementerian Kesehatan RI, Jatim saat ini di posisi tertinggi kedua untuk jumlah kasus TBC di Indonesia. Jatim nomor dua setelah Jawa Barat. Total kasus TBC di Jatim yaitu 81.753 kasus", terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jum'at (24/03/2023).

Gubernur Khofifah menegaskan data kasus TBC Jatim tersebut menjadi cambuk semangat serta menjadikan kewaspadaan tersendiri untuk mengambil langkah dalam menghadapinya bersama-sama. "Maka Pemprov Jatim berkomitmen serius untuk program Eliminasi TBC 2030 dengan target penurunan mencapai 65/100.000 penduduk", tegas Gubernur Khofifah.

Merujuk data nasional, secara umum jumlah penderita TBC di Indonesia memang mengalami kenaikan pada tahun 2022. Di kurun tahun 2022, terdeteksi ada 717.941 kasus TBC di Indonesia. Jumlah tersebut melonjak 61,98 persen dibanding pada tahun sebelumnya sebesar 443.235 kasus. 

Dijelaskan Gubernur Khofifah pula, bahwa untuk mengeliminasi kasus TBC di Jawa Timur, Pemprov Jatim  tidak bisa bergerak sendiri. Melainkan, harus berkolaborasi dengan berbagai elemen.

"Setelah pandemi Covid-19, program eliminasi TBC 2030 perlu dikuatkan kembali. Pemprov Jatim tidak bisa bergerak sendiri, untuk mendukung penuh program pemerintah pusat, kita perlu kerja-sama dari seluruh elemen", jelas Gubernur Khofifah.

Dijelaskan Gunernur Khofifah pula, bahwa pihaknya telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim Nomor 50 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Penyakit Tuberculosis. 

Ditegaskannya, bahwa penerbitan Pergub tersebut sejalan dengan upaya peningkatan penemuan terduga TBC melalui Aplikasi E-Tibi dan memberlakukan TB 06 di semua fasilitas layanan kesehatan. 

"Langkah ini dilakukan guna mencapai target temuan kasus TBC 90 persen dari estimasi kasus TBC nasional atau melakukan penemuan 16.700 kasus TBC per minggunya", tegas Gubernur Khilofifah.
 
Ditandaskannya, bahwa langkah itu juga didukung dengan keterlibatan penuh seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) baik negeri maupun swasta, utamanya dalam melakukan skrining. 

"Peningkatan kualitas fasyankes pemerintah dan swasta termasuk Dokter Praktik Mandiri, Klinik dan RS Swasta dalam memberikan Layanan TBC juga harus kita perhatikan", tandasnya. *(HB)*