Baca Juga
Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus saat menanda-tangani prasasti berdirinya Klinik Hewan dan klinik Pertanian, Kamis (14/04/2016).
Kota MOJOKERTO - (harianbuana.com).
Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Siti Amsah Mas’ud Yunus, Wakil Ketua TP PKK Ninis Suyitno juga sejumlah Kepala SKPD, Camat dan Lurah se Kota Mojokerto, Kamis (14/04/2016) pagi, Wali Kota Mojokerto H. Mas'ud Yunus meresmikan Klinik Hewan dan Klinik Pertanian yang digagas oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Mojokerto. Yang mana, lokasi klinik tersebut berada di area kantor dan tenaga yang menanganinya pun berasal dari Dispertan Kota Mojokerto ini sendiri.
Digelarnya peresmian 2 poli yang khusus menangani kesehatan hewan dan kesuburan tanaman ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disusul dengan pelaporan kegiatan yang disampaikan secara langsung oleh Kepala Dispertan Kota Mojokerto Happy Dwi Prastiawan.
Dalam laporannya, Kepala Dispertan Kota Mojokerto melaporkan, bahwa tujuan didirikannya klinik hewan adalah untuk memberikan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat maupun kepada komunitas hewan. "Menimbang, bahwa dewasa ini masyarakat Kota Mojokerto telah sedemikian banyaknya yang memelihara hewan-hewan kesayangan, maka sebagai pelengkap pencangan Kota Mojokerto menuju Servis City, sehingga kita dirikan klinik yang khusus untuk menangani kesehatan hewan", pelaporan Happy.
Disamping itu, pendirian klinik hewan atau jasa medik veteriner ini juga untuk memberi pelayanan kepada masyarakat dalam upayanya memelihara dan meningkatkan kwalitas kesehatan hewan kesayangan mereka. Seperti anjing, kucing, kuda, kura-kura, ular hingga hewan jenis primata.
Selain itu, didirikannya klinik hewan ini tidak lepas dari semakin tingginya peningkatan kesadaran masyarakat pecinta hewan untuk memeriksakan hewan peliharaannya ke dokter hewan meskipun hanya sekedar untuk diberikan vaksinasi. “Tentunya masyarakat membutuhkan layanan kesehatan hewan. Ini menjadi salah-satu dasar dari pendirian klinik hewan ini", tandasnya.
Dua dokter hewan PNS Dinas Pertanian, lanjut Happy Dwi Prasetyawan, akan melayani pengobatan, vaksinasi serta konsultasi masalah kesehatan hewan, gizi dan pakan hewan. Klinik hewan juga dilengkapi ruang periksa dan ruang operasi yang buka setiap hari kerja. “Jadi buka setiap hari Senin sampai hari Jum’at", tegasnya.
Sementara, terkait tujuan didirikannya klinik pertanian, Happy mengungkapkan, bahwa tujuan didirikannya klinik pertanian adalah untuk melayani konsultasi pertanian agrobisnis dan sekaligus dapat dijadikan sebagai sarana media informasi maupun sarana komunikasi demi kemajuan pertanian di Kota Mojokerto. "Tujuan didirikannya klinik pertanian ini, selain untuk melayani konsultasi pertanian agrobisnis, juga dapat dijadikan tempat belajar dan menggali pengalaman bagi masyarakat, khususnya pelajar di Kota Mojokerto", masih pelaporan Happy.
Lebih lanjut, Kepala Dispertan Kota Mojokerto Happy Dwi Prastiawan memaparkan, bahwa klinik pertanian tersebut selain dapat dijadikan sarana belajar bagi para pelajar, juga dapat menjadi sarana untuk menggali pengalaman dalam praktek dan terapan yang mungkin tidak didapatkannya disekolahnya. "Kami sangat menyambut baik bagi pelajar yang mau belajar di klinik ini. Agar siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran disekolah saja, tetapi dapat menggali lebih dalam dengan praktik dan terapan, terutama untuk mendukung program Adiwiyata", paparnya.
Selain melayani konsultasi dibidang pertanian, lanjut Kepala Dispertan Kota Mojokerto, keberadaan klinik pertanian ini juga untuk meningkatkan produk-produk pertanian dan tanaman pangan. Untuk itu, klinik pertanian ini dilengkapi dengan ruangan maupun peralatan laboratorium. "Pada klinik pertanian kita buka layanan untuk konsultasi, pengembangan agrobisnis, observasi dan edukasi siswa. Setidaknya, dengan adanya klinik pertanian maka kesulitan para petani Kota dapat teratasi. Kalau kesulitan dilapangan teratasi, tentunya kesejahteraan para petani Kota juga akan meningkat", lanjutnya.
Disampaikannya pula, bahwa Dispertan Kota Mojokerto pun terbuka bagi para pelajar yang akan menjalankan studi lapangan maupun melakukan observasi. “Selama ini kami telah menjalin kerjasama dan bersinergi dengan sekolah-sekolah untuk program sekolah adiwiyata. Sehingga, dengan adanya klinik pertanian, tentunya para siswa akan bisa mengenal dunia pertanian secara praktis", pungkas Happy.
Dijeda berikutnya, dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus menuturkan, bahwa ditahun 2017 mendatang, Jawa Timur akan ditetapkan sebagai propinsi industri. Konsekuensinya lahan pertanian akan semakin berkurang dan stok persediaan produksi makanan juga semakin menipis.
"Oleh karena itu, harus ada upaya dan langkah-langkah terobosan agar bagaimana caranya dapat menciptakan ketahanan pangan, khususnya di Kota Mojokerto. Dengan lahan yang sempit ini, kita harus terus berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan agar warga Kota memiliki daya tahan pangan yang kuat", tuturnya Walikota Mas'ud Yunus.
Lebih jauh, orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Mokokerto memaparkan, agar petani Kota tidak boleh tradisional lagi, melainkan menjadi petani profesional. Digambarkannya, negara Jepang yang memiliki luas wilayah relatif kecil dan kondisi lahannya berbatu, namun karena masyarakatnya disiplin dan cara bertaninya menggunakan cara-cara profesional, maka ketahanan pangan negara Jepang sangat kuat.
"Oleh karena itu, kita dorong para petani Kota untuk berinovasi dan mengolah lahan pertaniannya dengan cara-cara modern dan dikelola secara profesional yang kita gerakkan melalui klinik pertanian ini. Sehingga di Kota ini tidak ada lagi istilah petani tradisional, melainkan petani Kota atau petani modern”, papar Walikota Mas’ud Yunus.
Lebih dalam, Wali Kota Mojokerto menguraikan, bahwa kehadiran klinik pertanian juga untuk menyukseskan kebijakan Pemerintah tentang ketahanan pangan nasional. Hanya saja, terkendala lahan pertanian yang kian menyempit akibat konversi lahan pertanian menjadi lahan industri dan perumahan sehingga berujung kian berkurangnya stok pangan yang dihasilkan oleh daerah.
Sementara Kota Mojokerto yang hanya memiliki total luas wilayah sekitar 16,47 KM persegi hanya mampu menghasilkan tanaman pangan sebesar 23% dari total kebutuhan warganya. Selebihnya, 77% kekurangannya berasal dari pasokan daerah lain. “Dengan lahan yang sangat terbatas dan cenderung menyusut, harus dilakukan langkah-langkah terobosan, baik intensifikasi maupun peningkatan produk unggulan. Apalagi, ditahun 2017 mendatang, Propinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai Propinsi industri. Jika kita tidak punya terobosan, maka ketergantungan kita terhadap daerah lain semakin tinggi", urainya.
Secara demografi, lanjut Walikota Mas’ud Yunus, Kota Mojokerto dengan luas wilayah sekitar 16,47 KM persegi dengan jumlah penduduk sekitar 125 ribu jiwa, jika dihitung per-kilometer persegi kini dihuni oleh 8.626 jiwa. Hal ini menyebabkan masyarakat Kota Mojokerto sangat rentan terserang penyakit menular. Dalam hal ini, termasuk hewan.
“Kota Mojokerto menjadi lalu lintas untuk tujuan ke Surabaya dan sebaliknya. Kondisi demikian ini rentan adanya serangan penyakit menular, termasuk pada hewan. Tentunya, klinik hewan ini akan menjadi solusi dalam upaya-upaya preventif dan kuratif terhadap penularan penyakit yang menyerang hewan ternak, hewan piaraan maupun yang menyerang manusia", jelasnya.
Dipenghujung sambutannya, Wali Kota Mojokerto menyatakan, meski klinik 2 klinik tersebut milik Pemerintah, namun tidak semua layanan digratiskan. Yang penting biayanya harus dicantumkan bandrolnya secara transparan dan tidak menarik biaya diluar ketentuan apalagi sampai melakukan pungutan liar (Pungli). “Ada yang gratis ada yang dikenakan biaya. Semisal untuk layanan kesehatan hewan, harus ada angka tarif biaya jasa pengobatannya. Ada regulasi daerah yang mengatur soal ini", pungkas Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus.
Usai menyampaikan sambutan, secara simbolis Wali Kota Mojokerto memberikan bibit padi, insektisida, bibit tanaman kelor, indukan lele dan bibit cacing tanah kepada masing-masing kepada Ketua Gapoktan Kota Mojokerto. Diantaranya Ketua Kelompok Tani Sekar Mulyo Kelurahan Kedundung, Ketua Kelompok Tani Makmur Kelurahan Pulorejo, Ketua Kelompok Kerja Minalestari Kelurahan Surodinawan dan Ketua Kelompok Ternak Cacing Tanah Mandiri Terpadu kelurahan Prajuritkulon.
Dilanjutkan dengan penanda-tanganan prasasti gedung Klinik Hewan dan Klinik Pertanian Kota Mojokerto serta pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Siti Amsah Mas’ud Yunus dan Walikota meninjau setiap ruangan di gedung tersebut.
Setelah itu, Walikota Mas'ud Yunus juga berkesempatan meninjau stan dari komunitas pecinta hewan reptil, pecinta kucing dan pecinta fauna Kota Mojokerto. Yang mana, terpantau pula, bahwa dalam peresmian 2 klinik tersebut juga dihadiri oleh segenap pengurus Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) dan komunitas pecinta hewan Kota Mojokerto. *(DI/Red)*
