Baca Juga
ARTIKEL KESEHATAN :
NASIONAL - (harianbuana.com).
Sianida, zat beracun yang sangat berbahaya dan akhir-akhir ini marak dibicarakan banyak orang, ditambah lagi setelah mencuatnya berita tentang meninggalnya Wayan Mirna Salihin (27) yang diduga meninggal setelah menyeruput es kopi Vietnam yang mengandung sianida.
Kasus dugaan pembunuhan dengan perantara senyawa kimia itu terus menerus mendapatkan perhatian lebih dari publik. Sementara itu pula, banyak yang bertanya-tanya dan mencari tahu atas efek samping penggunaan sianida dan penjualan bebas sianida itu sendiri.
Perlu kiranya untuk dipahami, jika senyawa kimia yang sangat berbahaya itu, secara alami juga terkandung dalam buah-buahan yang sering kita makan sehari-hari. Namun demikian, kandungannya tidak pada keseluruhan buah dimaksud, melainkan, hanya terdapat didalam biji buah.
Sepertinya, hal tersebut terkesan sangat mengerikan dan seolah-olah mengandung arti bahwa manusia langsung berhadapan dengan kematian setelah memakan buah-buahan mengandung sianida. Namun, tidaklah seperti itu makna yang sebenarnya.
Seperti yang dilansir dalam The Guardian, Kamis (4/2/2016). Disebutkan, bahwa manusia bisa dikatakan keracunan sianida apabila mengkonsumsi senyawa kimia tersebut sebanyak 0,5 sampai dengan 3,5 miligram. Sementara, secara alami kandungan senyawa kimia yang lazimnya disebut sianida pada buah-buahan, berada dibawah kadar tersebut.
Inilah sebabnya, sehingga jarang sekali terdengar ada yang keracunan sianida setelah mengkonsumsi buah-buahan tersebut seperti dimaksud. Kalaupun ada yang mengalami keracunan sianida setelah mengonsumsi buah, itu berarti seseorang terlalu berlebihan memakan biji dari buah-buahan dimaksud.
Pertanyaannya, buah apa sajakah yang bijinya beracun atau yang mengandung senyawa kimia sianida...? Berikut adalah merupakan beberapa buah yang secara alami bijinya mengandung racun sianida secara alami.
Tiada sangka, jika buah apel secara alami bijinya mengadung senyawa kimia mematikan sianida. Sedangkan buah apel itu sendiri kita kenal sebagaj salah-satu makanan sehat yang mengandung vitamin C dan fiber yang tinggi.
Buah ini pun, juga kita kenal sangat rendah kalori dan kolesterol. Maka, tidaklah heran apabila banyak kaum-hawa mengonsumsi apel dalam program dietnya. Sehingga, dijadikanlah buah ini sebagai 'pelarian' bagi kaum-hawa agar rasa lapar mereka hilang meski tidak mengkonsumsi makanan berat lainnya. Misal, nasi yang bisa menambah berat badan. Jadi, pada umumnya, selain sehat apel pun bisa menjadi sahabat bagi individu yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan sampai ke titik ideal.
Kendati demikian, tak bisa dipungkiri, jika pada kenyatannya secara alami biji buah apel mengandung amygdalin, yang ketika kita gigit akan mengeluarkan senyawa kimia sianida. Menurut Live Science, jika terpaksa, alangkah baiknya apabila seseorang langsung menelan biji tersebut dibanding memprosesnya terlebih dahulu di dalam mulut. Sebab jika biji tersebut digigit, besar kemungkinan kandungan sianida di dalamnya akan keluar melalui celah yang telah terkelupas.
Ada baiknya untuk dipercaya. Dalam hasil suatu penelitian terbaru disebutkan, bahwa pada 1 gram biji apel mengandung sianida sekitar 3 miligram. Dengan kata lain, pada tiap biji buah apel memiliki kadar senyawa kimia mematikan sianida hampir 0,7 miligram.
Siapa sangka pula, jika pada buah cerry juga mengandung senyawa kimia mematikan siandia. Kandungan sianida ternyata juga dapat ditemukan di dalam buah ceri, khususnya pada biji buah ini. Seperti yang dikutip oleh Fox News, disebutkan bahwa biji dari buah ceri mengandung komponen cyanogenic yang mengeluarkan hydrogen cyanide.
Disebukannya juga, bahwa dalam biji buah ceri mengandung 0,17 gram sianida. Maka, sangat disarankan untuk tidak mengunyah biji buah yang sudah terlanjur berada di dalam mulut. Melainkan, langsung telan saja atau dikeluarkan dari dalam mulut.
Tak kalah populernya dengan buah apel dan buah cerry. Pada golongan masyarakat tertentu, buah aprikot sering dijadikan makanan juga disajikan sebagai jus. Namun, dalam kesehariannya mereka belum tahu, jika biji dari buah aprikot ini juga mengandung hydrocyanic acid. Yakni, merupakan zat yang merilis senyawa kimia mematikan sianida.
Pada awalnya, meski biji buah aprikot dikenal mengandung sianida, namun bijinya sempat dijual sebagai obat alternatif yang dipercaya bisa mengobati kanker. Bahkan, supermarket di Australia sempat menjualnya secara bebas. Namun pada akhirnya peredaran tersebut dihentikan, karena Dewan Komite dari Yayasan Kanker di Australia menyadari tentang bahaya dari biji buah aprikot ini.
Pada sebuah media elektronik ternama di Australia, Ketua Dewan Komite Yayasan Kanker setempat mengungkapkan, bahwa dengan memakan biji buah aprikot dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan keracunan sianida. "Jika anda makan biji buah aprikot dalam jumlah banyak, kemungkinan besar anda akan keracunan sianida", ungkap Ian Olver, Kepala Dewan Yayasan Kanker di Australia, seperti dikutip dari theage.com.au. *(Redaksi)*


