Senin, 04 April 2022

Gelar Apel Pagi, Gubernur Khofifah Minta Kinerja Pemprov Jatim Terjaga Dengan Stamina Terbaik Selama Bulan Ramadhan

Baca Juga


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutan dalam apel pagi di halaman Kantor Gubernur Jawa Timur Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Senin (04/04/2022) pagi.


Kota SURABAYA – (harianbuana.com).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin apel pagi di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Senin (04/04/2022) pagi. Yang mana, hari ini merupakan hari pertama ASN  masuk kantor  di bulan  puasa  Ramadhan 1443 H. 

Di hadapan peserta apel, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jatim ini berpesan agar seluruh paratur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim untuk tetap menjaga produktivitas kinerja selama Bulan Ramadhan. 

"Pesan saya berkurangnya jam di dalam bekerja jangan pernah mengurangi produktivitas kita semua sebagai aparat abdi negara. Produktivitas dari seluruh kinerja pemprov tidak boleh berkurang. Itulah kenapa kemudian di awal Ramadan kita laksanakan apel", kata Gubernur Khofifah.

Diketahui, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menerbitkan SE Nomor: 800/2322/204.3/2022 tanggal 3 April 2022 yang mengatur jam kerja pegawai Pemprov Jatim selama bulan Ramadhan. Yang mana, meskipun ada perubahan jam kerja, diharapkan tidak mengurangi produktivitas kinerja dari seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Jatim.

"Saya berharap bahwa semua kinerja Pemprov Jawa Timur tetap terjaga dengan stamina terbaik", pinta orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini.

Di hari pertama masuk kerja di bulan Ramadhan 1443 H, Gubernur Perempuan Pertama di Provinsi Jatim ini juga mengajak seluruh ASN Pemprov Jatim untuk menyemangati diri masing-masing dalam bekerja dengan semangat Optimis Jatim bangkit dan positive thinking dalam keadaan berpuasa. 

Ditegaskannya, bahwa semangat dan optimis telah diajarkan dalam Al-Quran melalui surat Al Insyirah yang menjelaskan bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan.

"Saya menyimpulkan bahwa  teologi optimisme, teologi positive thinking, untuk kita semua yang sudah membangun komitmen optimis Jatim bangkit maka optimisme, positive thinking di dalam keadaan apapun tetap harus kita bangun", tegasnya.

Menukil dari ahli gastro Profesor Miftahussurur yang juga Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Gubernur Khofifah mengatakan, bahwa dalam keadaan puasa banyak energi positif yang timbul dari dalam tubuh. Oleh sebab itu, ia kembali mengajak agar semua tetap menjaga produktivitas kinerjanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah berpesan agar semua tetap menjaga toleransi diantara perbedaan yang ada. Perbedaan intern dan antar umat beragama di Indonesia adalah sebuah keniscayaan.   Saya mengajak  kita  semua agar  menghormati dan menghargai perbedaan tersebut dengan menjunjung tinggi nilai yang kita anut.

"Saya sampaikan keberagaman-keberagaman ini begitu indah kalau kita saling memahami, saling menghormati dan menghargai yang satu dengan yang lain. Perbedaan adalah sebuah rahmat", ujarnya.

Gubernur yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini menandaskan, bahwa menjunjung toleransi membangun harmoni telah ada dalam Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Harmoni. Oleh sebab itu ia menekankan bagaimana pentingnya menjaga toleransi diantara berbagai perbedaan yang ada di sekitar kita. Bahwa menjaga persatuan diantara banyaknya perbedaan akan melahirkan sebuah keindahan.

"Di dalam Nawa Bhakti Satya kita punya dasar  bagaimana membangun Jatim Harmoni. Harmoni antara seluruh varian-varian kebhinekaan,  keberagaman dan  keberagaman itu diikat dengan keekaan, maka itulah ada Bhinneka Tunggal Ika", tandas Gubernur Khofifah.

Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan kepada semua untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusuk dan berharap agar ibadah puasa kali ini diterima dan mendapatkan kemenangan.

"Saya  menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bagi yang menjalankan mudah-mudahan seluruh ibadah puasa kita diterima oleh Allah", pungkasnya. *(DI/HB)*