Rabu, 22 April 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, Ning Ita Terapkan Pembatasan Selama Ramadhan

Baca Juga

Wali Kota Mojokerto saat memberi keterangan pers kepada sejumlah awak media usai meninjau Posko Siaga Covid-19.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 443.33/4026/417.309/2020 tentang Himbauan Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Covid-19 Saat Bulan Suci Ramadhan Tahun 1441 Hijjriyah/ 2020 Masehi. Melalui SE ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengisyaratkan akan menerapkan batasan-batasan tertentu kepada warga untuk dipatuhi selama Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijjriyah.

SE tersebut menjelaskan terkait beberapa point yang dinilai Pemkot Mojokerto penting. Pertama, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Kedua, melaksanakan physical distancing di beberapa ruas jalan protokol, yang berlaku mulai 25 April sampai 30 Mei 2020 mulai pukul 19.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Ketiga, mematuhi Maklumat Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan tokoh agama se-Kota Mojokerto. Dan, bagi seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL), toko modern, rumah makan dan sejenisnya, wajib menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediahkan tempat cuci tangan, wajib mengenakan masker dan mengatur jarak antar kursi.

"Dimohon untuk mengutamakan take away (dibawa pulang) saat melayani pembeli serta mengatur jam operasional pelayanan sampai dengan maksimal pukul tujuh malam. mulai tanggal 25 April sampai 30 Mei, kecuali toko obat atau apotik. Himbauan ini sangat jelas tercantum dalam surat edaran wali kota", jelas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Wali Kota Mojokerto saat meninjau Posko Siaga Covid-19.


Ditegaskannya, bahwa ditengah kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, seluruh masyarakat agar tetap patuh pada himbauan pemerintah dalam menjalankan physical distancing selama Ramadhan. Terlebih dalam menjalankan ibadah sholat Tarawih yang biasanya dilakukan di masjid atau musholla, maka diganti dengan sholat di rumah.

"Kami membatasi kerumunannya bukan membatasi  dalam hal ibadahnya. Yang wajib itu sholatnya bukan berjamaah di masjidnya. Jadi nanti selama Ramadhan, kami bersama TNI-Polri akan terus memantau secara langsung ke lapangan. Kami bukan membubarkan tapi memberikan arahan yang baik", tegasnya, usai Sidak Posko, Rabu (22/04/2020).

Ning Ita menambahkan, momentum Ramadan dalam situasi Covid-19 membuat umat muslim perlu beradaptasi dengan kebiasaan beribadah yang sedikit berbeda. Namun ia memastikan hal tersebut tidak akan mengurangi kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.

"Kami mohon kerjasamanya dari seluruh masyarakat, agar tetap patuh pada aturan. Dan jangan mudik, karena akan percuma. Sebab kami akan memaksa pemudik untuk masuk ke ruang karantina yang kami sediahkan selama 14 hari. Mari sayangi diri anda, keluarga dan kerabat dengan tidak mudik", tandasnya. *(Ry/Hms/HB)*