Rabu, 10 Mei 2023

Tekan Kemiskinan Melalui Berbagai Program, Kota Mojokerto Akan Dijadikan Percontohan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Baca Juga


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menyerahkan cinderamata kepada Sekretaris Menko PMK Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Andie Megantara, Ph.D. di Kantor Kemenko PMK Jakarta, Selasa 09 Mei 2023.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran pada Selasa 09 Mei 2023, melakukan audiensi ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta. Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto bersama jajaran di Kemenko PMK tersebut, diterima langsung oleh Sekretaris Menko PMK Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Andie Megantara, Ph.D. beserta jajaran.

Selain Kota Mojokerto akan dijadikan Kota Percontohan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, langkah Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari ke Kemenko PMK tersebut juga untuk menindak-lanjuti arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia Tahun 2023.

Dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia Tahun 2023 yang digelar di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor Profinsi Jawa Barat pada Selasa 17 Januari 2023 lalu itu, Presiden RI Joko Widodo di antaranya meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai target 0 persen pada tahun 2024.

Terkait itu, ada 2 (dua) poin penting yang disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam audiensi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta tersebut.

Poin penting pertama, Wali Kota Mojokerto yang arab dengan sapaan Ning Ita ini menyampaikan, bahwa sejauh ini, belum ada kesepahaman jumlah penduduk miskin berdasarkan data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kemenko PMK dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

“Hal ini mengakibatkan ada penduduk miskin Kota Mojokerto yang belum mendapatkan bantuan sosial APBN, meskipun masuk dalam kategori layak sebagai penerima bantuan", ujar Wali Kota Perempuan Pertama di Kota Mojokerto tersebut.


Salah-satu suasana audiensi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran di Kantor Kemenko PMK Jakarta, Selasa 09 Mei 2023.


Poin penting kedua, Ning Ita menyampaikan, bahwa berdasarkan rilis BPS Provinsi Jawa Timur pada bulan Agustus 2022, jumlah penduduk miskin ekstrem di Kota Mojokerto sebanyak 1.450 jiwa atau setara dengan 379 KK. Terkait itu, Ning Ita berharap ada intervensi dari Kemenko PMK dalam penanganan permasalahan ini. 

Sesmenko PMK Andie Megantara mengapresiasi ketersediaan data kemiskinan Kota Mojokerto yang telah tersedia by name by address (BNBA). Tim dari Kemenko PMK akan melakukan kunjungan lapangan ke Kota Mojokerto, dan akan melaksanakan pemetaan untuk menentukan program dan skema yang tepat.

Khususnya, bagi penduduk miskin yang belum ter-cover jaminan sosial baik dari APBN maupun APBD. Kota Mojokerto sekaligus akan dijadikan pilot project penghapusan kemiskinan ekstrem, sehingga angka kemiskinan ekstrem bisa mendekati 0 persen pada 2024 mendatang.

Sebagaimana diketahui, berbagai upaya dalam rangka menekan angka kemiskinan di Kota Mojokerto, sejak lama telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui berbagai program di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Mojokerto.

Upaya tersebut, di antaranya dilakukan melalui program sekolah gratis, seragam sekolah gratis hingga program sepatu sekolah gratis yang diprogramkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkot Mojokerto. Disusul, program Angkutan Sekolah Gratis yang diprogramkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Mojokerto.

Berikutnya, program Satu Keluarga Satu Sarjana yang diprogramkan Pemkot Mojokerto bekerja-sama dengan BAZNAS Kota Mojokerto. Selanjutnya, program Bantuan Tunai untuk Lansia Tidak Mampu, program Bantuan Tunai untuk Masyarakat Tidak Mampu hingga program Bantuan Tunai untuk Anak Yatim Non Panti Asuhan yang diprogramkan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pemkot Mojokerto 

Selain itu, ada program Inkubasi Kewirausahaan berbagai pelatihan ketrampilan produktif mulai pelatihan ketrampilan pembuatan beraneka kue jajanan, pelatihan ketrampilan menjahit, pelatihan ketrampilan membordir hingga pelatihan ketrampilan mengelas yang diprogramkan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Pemkot Mojokerto.

Tak hanya itu, seluruh warga Kota Mojokerto pun bisa mendapatkan Layanan Kesehatan Gratis mulai ditingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) hingga ditingkat rumah sakit negeri maupun rumah sakit swasta yang ada di Kota Mojokerto yang menjadi rujukan Pemkot Mojokerto. *(Dit/DI/HB/Adv)*