Baca Juga
Kota MOJOKERTO — (harianbuana.com).
Pemangkasan APBD 2017 sebesar 10 persen oleh Pemerintah Pusat memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kencangkan ikat pinggang. Untuk mengejar target pembangunan Lingkar Barat (LB) Walikota perintahkan SKPD kurangi perjalanan dinas. "Kita mengurangi perjalanan dinas. Tahun depan kita fokus pada pembangunan infrastruktur dan pembebasan lahan Lingkar Barat dan finishing GMSC (gedung Graha Mojokerto Service City, Red)", terang Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus, Selasa (06/12/2016).
Orang nomer satu dijajaran Pemkot Mojokerto ini tidak menampik jika kebijakan pemangkasan anggaran sebesar 10 persen itu membuat pemerintahannya menyusun ulang Rencana Kerja kedepan. "Ya disusun ulang. Tapi nyatanya ya tetap bisa saja (berjalan) meski harus berhemat", cetusnya.
Menurut Yai Ud - sapaan akrab Wali kota Mojokerto Drs. H. Mas'ud Yunus, bahwa pihaknya mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mengembangkan kawasan barat tersebut. "Kalau besarannya saya lupa, tapi untuk membuat keseimbangan jalur perekonomian butuh dana besar", jelasnya.
Ditegaskannya, bahwa Kota Mojokerto kawasan barat yang letaknya berada diwilayah administrasi Kecamatan Prajurit Kulon itu akan dibuat 2 jalur. "Akan ada dua jalur dengan lebar jalan 20 meter. Untuk mengatasi jalur kereta api di Blooto, akan kita buatkan jembatan layang, karena pihak KAI tidak merekomendasi pembuatan under pass", tegasnya.
*(Yd/DI/Red)*
