Minggu, 22 Oktober 2023

Reses Ke-3 Tahun 2023, Agung Temui Konstituen Dapil Prajurit Kulon Di Kauman

Baca Juga

Agung Sucipto saat menyampaikan sambutan dalam reses yang digelar di Lingkungan Kauman IX/2 nomor 2 Kelurahan Kauman Kecamatan Prajurit Kulon, Minggu (22/10/2023) malam.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Melaksanakan agenda reses ke-3 tahun sidang 2023, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto Agung Soecipto pada Minggu (22/10/2023) malam, menemui konstituennya dengan menggelar pertemuan di Lingkungan Kauman IX/2 nomor 2, Kelurahan Kauman Kecamatan Prajurit Kulon yang dihadiri sekitar 200-an orang yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua RT, Ketua RW dan masyarakat yang menjadi konstituennya.

Ratusan masyarakat yang menjadi konstituen di daerah pemilihan (Dapil) Agung Soecipto tersebut nampak sangat antusias menghadiri dan megikuti jalannya reses yang digelar dengan tujuan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat baik terkait rencana, program maupun pelaksanan pembangunan di Kota Mojokerto, khususnya di Kecamatan Prajurit Kulon.

Tak ayal, begitu sesi penyampian aspirasi dibuka, masyrakat konstituen Agung Soecipto yang hadir dalam reses tersebut pun saling berebut untuk mendapat kesempatan menyampaikan pendapat, usulan, saran, unêg-unêg maupun kritik terkait rencana, program maupun pelaksanaan pembangunan di Kota Mojokerto hingga persoalan yang ada di lingkungan mereka.

Dari sejumlah aspirasi warga yang mengemuka dalam reses kali ini, masyarakat berharap, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini dapat segera menuntaskan persoalan drainase di lingkungan padat penduduk tersebut. Yaitu dari mulai lumpur yang cepat memenuhi bak kontrol hingga air dari rumah tangga yang tidak lancar mengalir ke selokan.

"Mohon sedapatnya diperjuangkan, supaya jika musim hujan air tidak meluber dan terjadi banjir", ujar Angga, salah seorang konstituen Agung Sucipto yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat dalam reses yang digelar Agung Sucipto di Lingkungan Kauman IX/2 nomor 2 Kelurahan Kauman Kecamatan Prajurit Kulon, Minggu (22/10/2023) malam.

"Kami kesini untuk menyerap aspirasi apapun. Semua unêg-unêg, saran, kritik maupun keluhan kita catat dan selama temanya sesuai dengan RPJMD ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), akan segera kami teruskan kepada instansi di lingkungan Pemkot Mojokerto yang berwenang menangani. Monggo, akan saya perjuangkan", kata Agung.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, dalam waktu yang tidak lama, akan ada tindakan dari instasi pemerintah sebagai jawaban atas keluhan masyarakat yang disampaikan dalam reses ini.

"Insya Allah... dalam waktu dekat ini pasti akan ada respon dan ada tindakan dari dinas terkait. Pokoknya semua usulan asalkan tidak terkendala dengan aturan, akan saya perjuangkan, sehingga bisa terealisasi tahun depan", janji Agung Sucipto.

Menariknya, di antara masyarakat konstituen Agung Sucipto yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya, ada yang meminta supaya Agung Soecipto menang di Pileg (pemilihan legislatif) tahun 2024 mendatang. Alasanya, selama ini Agung dirasa sangat memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Kami berharap Pak Agung terpilih lagi menjadi anggota legislatif. Sebab, menurut kami, Pak Agung selama ini sangat bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan kepentingan warga", ujar Bidin.

Menanggapi hal itu, Agung mengungkapkan, bahwa dirinya sangat menyitai lingkungannya. Karena rasa cinta pada lingkungannya itulah, dirinya mencalonkan diri sebagai legislatif sehingga kemudian memiliki daya dan upaya dalam membangun lingkungannya.

"Saya mencintai lingkungan saya (Kauman), karenanya saya akan terus berqidmat. Terbukti dalam berqidmat selama 4 (empat) tahun reses, semuanya, hampir disetiap gang (Lingkungan Kauman) sudah saya laksanakan. Untuk kelurahan Kauman, tiap tahun saya gelontorkan 2 miliar untuk panjenengan semuanya”, ungkap Agung.

Agung menjelaskan, bahwa pihaknya memplot anggaran Rp. 2 miliar tiap tahunnya yang diperuntukkan baik untuk pembangunan infrastruktur, program PKH, pelatihan, bank sampah hingga bedah rumah.

“Ada ya kemarin yang baru datang langsung tidak melalui perantara, untuk Kauman gang 2 (dua) itu sudah masuk semuanya, tinggal nanti didatangi surveyor untuk melihat apakah layak. Insya' Allah... terealisasi", jelasnya.

Agung menegaskan, usulan yang disampaikan tahun ini, akan diupayakan terealisasi tahun depan. Salah-satu contohnya, pembangunan gapura di Lingkungan Kauman dan Keradenan.

"Untuk program bedah rumah, hampir ada 30 rumah yang saya usulkan. Itu rutin tiap tahunnya", tegas Agung.

Pada program bedah rumah, tiap rumah mendapat Bantuan Rumah Swadaya (BRS) sebesar Rp. 21 juta melalui rekening tabungan Bank Jatim. Rinciannya, Rp. 17,5 juta untuk material dan Rp. 3,5 juta untuk ongkos tukang.

Penentuan penerima program bedah rumah tersebut tidak asal pilih, melainkan melalui proses tahapan survey dan pendataan dengan skala prioritas. Penerima program bedah rumah dipersyaratkam bagi Masyarakat Yang Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan kriteria:
1. Status kepemilikan tanah jelas (tanah tidak dalam sengketa);
2. Penerima bantuan mau atau bersedia untuk berswadaya; dan
3. Belum pernah memperoleh bantuan bedah rumah sebelumnya (minimal 10 tahun).

“Pada kesempatan ini, izinkan saya juga menyampaikan terima-kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi dan membantu demi kelancaran kegiatan ini. Semoga ini bisa menjadi penanda pemulihan ekonomi masyarakat Kota Mojokerto ke arah yang diharapkan”, tandasnya. *(DI/HB/Adv)*