Baca Juga
Dua teman korban, Kusuma Negara (15) dan Yogi Suryo Prayogo (18) saat dimintai keterangan di Mapolsek Sooko.
Kab. MOJOKERTO — (harianbuana.com).
Jazad remaja tanpa identitas berdandan ala punk, ditemukan oleh warga tergeletak begitu saja dipinggir trotoar jalan raya RA Basuni kawasan Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/08/2016). Diduga kuat, jazad remaja yang berdandan ala punk itu over dosis (OD) saat mengelar pesta minuman oplosan alkohol medis berkadar 70% yang dicampur dengan air mineral dan minuman berenergi kemasan sachet.
Atas temuan jazad tersebut, warga pun segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian. Tak lama setelah ada laporan dari warga, Polisi yang datang langsung melakukan olah TKP. Hasil olah TKP, Polisi tidak menemukan adanya identitas pada diri korban. Namun, 2 (dua) temannya yang sesama anak punk, biasa memanggilnya Yopi asal Tuban.
Untuk kepentingan penyelidikan terkait kematian Yopi, kedua teman korban yakni Kusuma Negara (15) asal Desa Surowono Kecamatan Pare Kabupaten Kediri dan Yogi Suryo Prayogo (18) asal Desa Puri Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, untuk sementara ini masih dimintai keterangan di Mapolsek Sooko.
Jazad remaja punk tanpa identitas ditutupi sebelum diangkut kerumah-sakit untuk divisum, Senin (16/08/2016).
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Kusuma, bahwa pesta alkohol medis 70% tersebut mereka lakukan pada Senin-malam (15/08/2016). Yang mana, sebotol alkohol berukuran 300ml itu mereka beli disebuah apotik yang berada dikawasan Dusun Mangelo Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. "Alkoholnya dicampur dengan minuman berenergi dan air", katanya.
ABG berumur 15 tahun kelahiran Timor Timur inipun menjelaskan, bahwa dirinya datang ke Mojokerto pada hari Sabtu pekan lalu (13/08/2016) untuk menyaksikan konser punk dikawasan Pacet pada Minggu-siang (14/08/2016). Setelah acara, mereka bermalam di sebuah rumah kosong disekitar TKP dan disisitulah mereka melakukan pesta minum alkohol tersebut. "Justru saya tidak tahu kalau Yopi meninggal, karena saya sudah tidur duluan. Yang tahu ya warga, kok tiba-tiba berkumpul gitu", jelas Kusuma.
Sementara itu, Kapolsek Sooko AKP Purnomo menjelaskan, bahwa dari hasil olah TKP tidak ada bekas luka pada jazad korban. Namun, pihanya menemukan 2 (dua) botol kosong alkohol medis berkadar 70%, 4 sachet minuman berenergi dan satu botol air mineral. "Untuk kepastian korban meninggal karena over dosis atau bukan, masih menunggu hasil visum dari pihak RSUD Dr. Soekandar Mojosari", jelas AKP Purnomo.
*(DI/Red)*

