Senin, 24 Agustus 2020

Inovasi Pete Jawa Rasa Timun Kota Mojokerto Masuk 45 Kovablik Jatim 2020

Baca Juga

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat mempresentasikan inovasi Pete Jawa Rasa Timun kepada para juri secara virtual di ruang Nusantara Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Senin 24 Agustus 2020.


Kota MOJOKERTO – (harianbuana.com).
Pemeriksaan Terpadu Pekerja Wanita Dengan Pemeriksaan Resiko Penyakit Tidak Menular (Pete Jawa Rasa Timun), milik Pemerintah Kota Mojokerto masuk dalam kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik) Jawa Timur 2020. Inovasi ini, merupakan layanan kesehatan yang dikhususkan bagi pekerja wanita di Kota Mojokerto.

Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat mempresentasikan inovasi Pete Jawa Rasa Timun kepada para juri secara virtual di ruang Nusantara Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Senin 24 Agustus 2020.

Pada presentasi tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa "Ning Ita" menjelaskan, bahwa inovasi Pete Jawa Rasa Timun hadir karena adanya beberapa masalah di lingkungan usaha.

Dijelaskannya pula, bahwa permasalahan khususnya melekat pada pekerja wanita, di antaranya wanita memiliki peran ganda sebagai ibu sekaligus istri. Selain itu, terdapat resiko gangguan kesehatan pada wanita serta rendahnya kesempatan untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif pada anak juga soal pekerja wanita yang rentan terhadap permasalahan gizi seperti anemia dan obesitas.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat mempresentasikan inovasi Pete Jawa Rasa Timun kepada para juri secara virtual di ruang Nusantara Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Senin 24 Agustus 2020.


"Inovasi ini, telah kami terapkan pada seluruh Puskesmas di Kota Mojokerto yang didukung dengan adanya kader dalam pelaksanaanya. Kader tersebut, berfungsi sebagai tenaga pemeriksa kesehatan untuk sesama pekerja wanita lainnya", terang Ning Ita kepada para juri secara virtual di ruang Nusantara Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto jalan Gajah Mada No. 145 Kota Mojokerto, Senin 24 Agustus 2020.

"Pemeriksaan ini, meliputi pemeriksaan gizi, tinggi badan, berat badan dan masih banyak lainnya. Selain pemeriksaan, pihak Puskesmas juga melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan kepada para kader", lanjut Ning Ita.

Lebih lanjut, wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini menjelaskan, bahwa jika nantinya ada temuan suatu penyakit khusus, pihak Puskesmas akan memberikan rekomendasi khusus kepada pada pelaku usaha atau perusahaan untuk menerapkan pola yang sesuai dengan anjuran tim medis.

"Dampak yang dirasakan dari Inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini adalah meningkatkan kesehatan pada pekerja wanita, meningkatkan pemenuhan asi eksklusif pada anak dan meningkatkan kualitas SDM serta menurunkan angka stunting", jelas Ning Ita.

Ning menandaskan, bahwa hal ini tidak lepas dari tujuan digagaskannya Pete Jawa Rasa Timun bagi pekerja wanita. Di antaranya seperti, meningkatkan produktivitas dan kesehatan pekerja perempuan, meningkatkan capaian standar pelayanan minimal pada bidang kesehatan dan mewujudkan SDM berkualitas melalui peningkatan akses serta kualitas pendidikan kesehatan.

"Terlebih inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini juga terintegrasi pada aplikasi layanan Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi) yang sebelumnya juga telah masuk pada Top 45 Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020. Sehingga, data-data masyarakat khususnya pekerja wanita dapat terpantau secara signifikan di sini", tandasnya. *(Ry/Hms/HB)*