Baca Juga
Kota MOJOKERTO — (harianbuana.com).
Ajakan agar masyarakat Kota Mojokerto gemar baca yang selama ini digaungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, tak diimbangi dengan tercukupinya fasilitas baik sarana maupun prasarana pendukungnya. Bahkan, untuk melayani minat baca warga 3 (tiga) Kecamatan yang terdiri dari 18 Kelurahan se Kota Mojokerto, Pemda setempat yang dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemkot Mojokerto hanya menyiapkan 1 (satu) unit mobil Perpustakaan Keliling sebagai satu-satunya sarana untuk mendekatkan diri ke masyarakat.
Atas kondisi yang demikian ini, tak dapat disalahkan jika ada pendapat yang menyebutkan minat baca masyarakat Kota Mojokerto bisa dikatakan tergolong minim. Pasalnya, meski berstatus Kota, tapi minat baca warganya tidak lebih dari 30 persen dari total jumlah penduduk sekitar 135.000 jiwa. "Kita memang hanya memiliki satu unit mobil Perpustakaan Keliling. Itu harus melayani 18 Kelurahan di 3 Kecamatan", ujar Hatta Amrullah, Kasi layanan dan pelestarian bahan pustaka Dinas perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto, Selasa (07/02/2017).
Dijelaskannya pula, karena terbatasnya jumlah unit mobil Perpustakaan Keliling ini, bisa dikatakan jika pelayanan sangat lambat. Dalam rentang waktu 3 hingga 4 bulan, satu lokasi baru bisa dikunjungi kembali dalam satu putaran. "Idealnya memang butuh tiga mobil, satu mobil melayani satu Kecamatan. Insya ALLAH... lebih maksimal", jelas Hatta.
Untuk mengatasi persoalan minimnya pelayanan baca bagi warga Kota Mojokerto ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemkot Mojokerto, menelurkan terobosan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Diantaranya dengan bakal menggulirkan ruang baca terbuka dalam bentuk box container yang didesain sebagai tempat membaca. "Bulan April kita buat ruang baca terbuka itu. Tempatnya di alun-alun. Kita desaign sedemikian rupa sehingga menarik minat baca", pungkas Hatta Amrulah.
*(Yd/DI/Red)*